Kamis, 18 Juni 2026

PLN Jatim Belum Hitung Kerugian Ekonomi Akibat Pemadaman Bergilir, Fokus ke Optimalisasi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Listrik di kawasan Wisata Ampel Surabaya padam pada, Rabu 10 Juni 2026. Foto: Tjanda via WA SS

PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) mengaku belum menghitung total kerugian ekonomi akibat kebijakan pemadaman listrik bergilir, yang terjadi dalam dua pekan terakhir.

Dana Puspitasari Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jatim mengatakan, pihaknya memahami pemadaman akan berdampak pada berbagai sektor, mulai industri, bisnis hingga aktivitas rumah tangga.

Namun, ia mengatakan kalau PLN saat ini perusahaan masih fokus mengatur distribusi daya dan menjaga stabilitas sistem kelistrikan menyusul berkurangnya pasokan suplai ke pembangkit listrik.

“Kami memahami bahwa ketidaksedian listrik itu akan sangat mempengaruhi aktivitas dari masyarakat, pelanggan kami dari sisi kesehariannya atau bahkan juga ekonomi ya, penghasilannya. Karena semua hal baik industri, rumah tangga, bisnis, apapun pasti membutuhkan tenaga listrik. Nah, untuk hitung-hitungan sendiri kami belum melakukan itu karena kami saat ini masih sangat berfokus untuk bisa mengatur dan melakukan optimalisasi kelistrikan yang ada,” kata Dana kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (18/6/2026).

BACA JUGA: PLN UID Jatim Akui Pemadaman Listrik Bergilir karena Penurunan Pasokan Suplai

Menurut Dana, salah satu langkah yang dilakukan adalah mengatur pembagian beban jaringan, agar wilayah yang telah mengalami pemadaman tidak terus-menerus terdampak pada hari berikutnya.

“Karena kami upayakan itu tidak berulang, jadinya tidak setiap kami mungkin satu pelanggan seakan-akan ‘Oh aku mati tiap hari’ enggak gitu kan ya, kita upayakan tidak. Selama masih kami alami kondisi seperti ini, kami upayakan tidak pengulangan (pemadaman) di beberapa hari,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengaturan beban dilakukan secara bertahap dan dalam skala kecil agar tidak memicu gangguan yang lebih besar terhadap sistem kelistrikan Jatim secara keseluruhan.

“Sehingga kami pun harus melihat potensi, ‘oh ternyata daerah ini lagi bebannya lagi tinggi, tidak bisa langsung hilang karena akan mengganggu sistem’. Nah, jadi kita melihat kembali mana beban-beban yang kita kurang. Kita meminimalkan istilahnya, jadi beban ini kita upayakan kecil-kecil dulu gitu kan, dengan durasi yang tidak terlalu panjang,” ucapnya.

Selain itu, PLN juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengurangi dampak pemadaman terhadap layanan publik dan kegiatan strategis yang sedang berlangsung.

Dana menyebut PLN telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta penyelenggara kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Timur.

“Kemarin juga kami sempat juga mendapatkan informasi adanya kegiatan OSN yang tersebar. Itu pun juga kita upayakan bahwa untuk lokasi-lokasi kegiatan tersebut kita upayakan untuk tetap bisa optimal menyelanggarakan,” ungkapnya.

PLN juga memberikan informasi lebih awal kepada pemerintah daerah dan pengelola objek vital, agar dapat menyiapkan sumber listrik cadangan apabila wilayahnya masuk dalam skema manajemen beban.

Sementara terkait kapan pemadaman bergilir akan berakhir, Dana mengaku pihaknya belum bisa memberikan kepastian waktu. Sebab, pasokan daya yang diterima di tingkat distribusi masih bergantung pada kondisi pembangkit dan sistem kelistrikan di tingkat hulu.

“Nah, ini kami enggak bisa menjawab sampai kapannya karena memang kita given (diberi pasokan) ya. Kita pengelola distribusi mendapatkan given terkait daya yang kita terima. Seperti itu,” jelasnya. (bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 18 Juni 2026
29o
Kurs