Polda Jawa Timur (Jatim) memperkuat operasi SAR Gabungan melalui pantauan udara dengan mengerahkan dua helikopter untuk mencari korban hilang dalam insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Minggu (2/8/2026).
Irjen Pol Nanang Avianto Kapolda Jawa Timur mengatakan, dua armada helikopter itu berasal dari bantuan Mabes Polri satu unit dan milik Polda Jatim satu unit.
“Ya ada, kemarin dari Mabes juga diperbantukan. Kami ada tim Polda satu, dari Mabes Polairud juga satu. Sama, untuk membantu teman-teman melakukan kegiatan pencarian, ya. Mudah-mudahan semuanya bisa diselamatkan semua,” kata Nanang saat meninjau di Posko Terpadu GSN, Senin (3/8/2026).
Kapolda Jatim menyebut, hingga saat ini personel gabungan masih berada di lokasi dan terus memantau perkembangan operasi pencarian.
Nantinya hasil informasi pemantauan udara akan dilaporkan oleh petugas di lapangan.
“Saya belum kontak karena masih di perjalanan di atas. Jadi nanti kalau ada kan di-update ke kami,” jelasnya.
Dalam operasi SAR saat ini, Nanang menyatakan seluruh personel gabungan memprioritaskan upaya evakuasi korban dan pencarian dua korban hilang.
Berdasarkan laporan terbaru posko terpadu di Gapura Surya Nusantra (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebanyak 234 penumpang telah dievakuasi, kemudian 5 meninggal dan 2 orang masih dalam pencarian.
“Kita lagi fokus untuk pada pertolongan korban, ya. Jadi dari awal kita sampaikan, tugas utama kita juga dengan teman-teman dari Basarnas, dari Angkatan Laut, dan semua stakeholder melakukan pertolongan korban dulu. Dan ini pun juga lagi berproses kan evakuasinya,” tutur Nanang.
Selain proses pencarian korban selamat, Polda Jatim juga menerjunkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk pemeriksaan antem mortem dan identifikasi korban meninggal.
“Kemudian kalau yang sudah meninggal juga dilakukan antem mortem oleh pihak DVI dari Polda untuk mengenali identitas. Nah, sedangkan yang lain ini kan masih dalam perjalanan. Jadi nanti biarkan kami konsentrasi dulu pada saat penyelamatan ini dulu ya,” ujarnya.
Nanang juga meminta masyarakat supaya menunggu informasi resmi terkait perkembangan pencarian korban. Nantinya, informasi data korban akan dilaporkan secara berkala.
Sedangkan perkembangan operasi SAR di lapangan akan disampaikan oleh Basarnas sebagai koordinator pencarian dan pertolongan.
Di sisi lain, Ditpolairud Polda Jatim juga terlibat ke dalam tim gabungan untuk pencarian korban hilang. Operasi SAR itu difokuskan di perairan sekitar TKP hingga radius 10 mil dari titik kebakaran, termasuk wilayah perairan Sumenep.
Kombes Pol Arman Asmara Direktur Polairud Polda Jatim menjelaskan, pihaknya mengerahkan dua kapal patroli tipe B berukuran lebih dari 30 meter, serta sejumlah Kapal Patroli Cepat (KPC) level 2 dan level 3 untuk menyisir kawasan pesisir.
Operasi pencarian juga menyasar area di bawah permukaan air menggunakan peralatan sonar, drone bawah air, pemindai logam (metal scanner), hingga peralatan pendukung lainnya untuk memastikan kemungkinan adanya korban di sekitar kapal.
Arman menyebut operasi underwater tetap dilakukan meski kapal belum tenggelam, hal itu untuk mengantisipasi apabila korban yang tercatat hilang ternyata hanyut ke dalam perairan.
“Underwater ya. Kan kapal belum tergelam. Tapi kalau alat yang di bawah ada sonar, ada drone bawa laut, ada scan metal namanya. Terus ada motor laut juga. Kalau untuk pendukungnya itu kamera underwater. Antisipasi kalau misalnya ada tenggelam, tampak pelampung dan sebagainya,” pungkasnya. (wld/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

