Operasi pencarian tim jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten, belum membuahkan hasil hingga memasuki hari kelima, Sabtu (12/9/2026).
Tim SAR Gabungan kembali memperluas wilayah pencarian dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Sebanyak 14 kapal dikerahkan untuk menyisir tujuh sektor pencarian di sekitar Gunung Krakatau dan Pulau Sertung.
Irjen Pol Hengki Kapolda Banten mengatakan, Kapal Polisi (KP) Sanjaya turut melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sertung.
Dalam operasi tersebut, petugas juga melakukan pemantauan visual menggunakan teropong bersama dua keluarga jurnalis yang hilang.
“Kita memantau sekaligus mencari keberadaan rekan-rekan kita, dan kembali ke sini dengan perjalanan selama 8 jam selepas 80 mil dengan jarak kurang lebih 140 kilometer. Hasil hari ini masih nihil, kita tidak menjumpai keberadaan mereka,” kata Hengki setelah mengikuti operasi pencarian di Dermaga Ciwandan, Banten, Sabtu.
Hengki mengatakan, operasi pencarian terus diperluas dengan menambah jumlah kapal dan sektor penyisiran. Pada operasi sebelumnya, pencarian dilakukan menggunakan 12 kapal yang dibagi dalam enam sektor. Jumlah tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 14 kapal dan tujuh sektor.
“Hari keempat itu cuman 12 kapal dan 6 sektor, dibagi, dan hari ini 14 kapal, 7 sektor. Nanti kita akan terus update kembali sambil menunggu yang lain kembali dan menyelesaikan pemantauan di wilayah masing-masing,” ujarnya dilansir dari Antara.
Menurut Hengki, pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menemukan keberadaan para jurnalis dan awak kapal tersebut.
“Kita berusaha sekuat tenaga untuk mencari dengan personel dan sarana-prasarana pendukung yang saya rasa sangat mumpuni, ya, namun, dibarengi juga tentu doa kita semua supaya segera menemukan titik terang keberadaan rekan-rekan kita,” tuturnya.
Sementara itu, Al Amrad Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten mengatakan, memasuki hari kelima, wilayah pencarian kembali diperluas dengan membagi area menjadi sejumlah sektor melalui jalur laut dan udara.
“Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan,” kata Al Amrad di Pandeglang, Sabtu.
Untuk pencarian melalui jalur laut, Tim SAR Gabungan membagi wilayah menjadi enam sektor, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y. Total luas area yang disisir mencapai sekitar 2.537 nautical mile persegi.
Sementara itu, pencarian melalui udara dilakukan di Sektor H dengan luas area sekitar 2.063 nautical mile persegi.
Al Amrad menegaskan, keselamatan seluruh personel SAR tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung. Kondisi perairan Selat Sunda yang dinamis menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam proses pencarian. (ant/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

