“Untuk menjaga produktivitas, kami mengandalkan penerapan teknologi reproduksi canggih, seperti kawin suntik melalui inseminasi buatan serta transfer embrio,” tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri yang meliputi komoditas ayam petelur, ayam pedaging, sapi, dan susu, produk peternakan Jawa Timur juga telah menembus pasar global. Berbagai produk peternakan berkualitas tinggi, kata Iswahyudi, kini rutin diekspor ke mancanegara.
Komoditas ekspor andalan tersebut meliputi produk telur, Day Old Chick (DOC) atau anak ayam umur sehari, sapi, susu premium, hingga berbagai produk daging olahan.
Negara-negara tujuan ekspor produk peternakan asal Jawa Timur pun kian meluas, mencakup Singapura, Jepang, Timor Leste, hingga Uni Emirat Arab.
“Keberhasilan menembus pasar ekspor ini membuktikan bahwa standar kualitas peternakan di Jawa Timur telah memenuhi kualifikasi internasional,” ungkapnya.
Adapun melalui kombinasi populasi ternak yang masif, penerapan teknologi genetik modern, serta perluasan pangsa pasar ekspor, sektor peternakan Jawa Timur optimistis dapat terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian daerah secara berkelanjutan.(kir/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

