PPIH Debarkasi Surabaya memulangkan tiga jemaah haji lebih awal melalui skema tanazul atau kebijakan kemudahan yang memungkinkan jemaah haji memisahkan diri dari kloter untuk kembali lebih awal.
Ketiga jemaah tersebut dipulangkan dengan bergabung ke kloter lain yang masih memiliki kursi kosong. Mereka masuk dalam Kloter 20 dan Kloter 30 yang tiba di Debarkasi Surabaya pada Selasa, (9/06/2026) malam kemarin.
As’adul Anam Ketua PPIH Debarkasi Surabaya menjelaskan, kebijakan ini diberikan kepada jemaah yang memiliki kondisi khusus terutama terkait masalah kesehatan. Namun dengan syarat terdapat kursi kosong dalam kloter yang akan pulang.
“Untuk seat kosong itu diisi oleh jemaah dari kloter lain yang tanazul. Sampai saat ini ada tiga jemaah tanazul yang dipulangkan melalui Kloter 20 dan Kloter 30,” ujar Anam di Asrama Haji Surabaya, Rabu (10/6/2026).
Anam menjelaskan, mayoritas jemaah yang pulang lebih awal dengan skema tanazul karena alasan kondisi kesehatan. Namun, proses tersebut baru bisa dijalankan setelah kondisi jemaah dinyatakan stabil oleh petugas haji.
Skema tanazul menjadi khusus yang diberikan kepada jemaah haji dalam fase pemulangan. Dengan kebijakan itu, jemaah dengan kondisi darurat dapat pulang lebih awal tanpa
menunggu jadwal kepulangan kloter awal.
“Sebagian besar karena alasan sakit. Kondisi mereka sudah membaik dan pihak keluarga meminta agar bisa dipulangkan lebih cepat,” jelasnya.(wld/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

