Dalam kesempatan itu, Prabowo mengapresiasi keberanian Indika Energy memproduksi 20.000 unit motor listrik di tengah ketatnya persaingan dengan produsen asal China, Jepang, dan Korea Selatan. Ia kemudian menantang perusahaan meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 200.000 unit hingga dua juta unit.
Menurut Prabowo, pengembangan motor listrik nasional menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.
Prabowo menyebut nilai impor BBM Indonesia setiap tahun mencapai 28 miliar dolar AS (sekitar Rp500,7 triliun) hingga 30 miliar dolar AS (sekitar Rp536,46 triliun). Konversi menggunakan kurs JISDOR Bank Indonesia 13 Agustus 2026 sebesar Rp17.882 per dolar AS.
Prabowo menambahkan pemerintah juga berencana mengganti penggunaan LPG dengan CNG serta membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt. (bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

