Kamis, 30 Juli 2026

Prabowo Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Prabowo Presiden meresmikan renovasi Stasiun Semarang Tawang, di Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Foto: Biro Pers Setpres

Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, hari ini, Kamis (30/7/2026), melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang dan Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.

Agenda kegiatan RI 1 di Semarang adalah meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang.

Sebagai bangunan yang berstatus cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, proses renovasi melibatkan ahli cagar budaya untuk menjaga nilai historis bangunan, sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Cakupan pekerjaan tahap pertama meliputi penataan Ruang Tunggu Luxury, Ruang VIP, Hall Utama, perbaikan selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir pada musim hujan.

Renovasi itu bertujuan mengembalikan keaslian fasad arsitektur sejarah, mengatasi persoalan genangan air dan banjir rob, sekaligus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan pelanggan.

Kehadiran Presiden pada peresmian renovasi Stasiun Semarang Tawang mencerminkan komitmen Pemerintah dalam pelestarian cagar budaya nasional sekaligus peningkatan kualitas layanan transportasi publik.

Dari Stasiun Semarang Tawang, RI 1 terjadwal naik Kereta Api Nusantara Explorer untuk menghadiri agenda selanjutnya di Kabupaten Batang.

Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, supaya bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang bisa terus dimanfaatkan secara produktif, tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya.

Sekadar informasi, Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang mulai beroperasi tahun 1914.

Pada Semester I Tahun 2026, stasiun Semarang Tawang mencatatkan kinerja layanan penumpang yang sangat baik, menempati peringkat 4 stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang serta tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) keberangkatan mencapai 99,45 persen.

Selain nilai operasional, Stasiun Semarang Tawang juga memiliki nilai sejarah nasional yang penting, antara lain sebagai titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945, serta lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Soekarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.(rid/lta/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Surabaya
Kamis, 30 Juli 2026
29o
Kurs