Tak hanya itu, Dindik Jatim juga memetakan kekuatan setiap cabang lomba melalui evaluasi hasil kompetisi tahun sebelumnya. Setiap kelemahan diperbaiki, sementara keunggulan terus dipertahankan agar mampu bersaing dengan provinsi lain.
“Kita tidak hanya melihat berapa medali yang diperoleh, tetapi mengevaluasi setiap bidang lomba. Kita pelajari bagian mana yang sudah kuat, apa yang masih menjadi kelemahan peserta, serta bagaimana perkembangan kompetitor dari provinsi lain,” ujarnya.
Dalam proses persiapan, Dindik Jatim juga melibatkan tenaga ahli dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI), praktisi profesional, hingga mantan peserta dan juara WorldSkills. Peserta dibiasakan menghadapi soal dengan standar nasional, termasuk tantangan mystery box yang baru diketahui saat perlombaan berlangsung.
“Tenaga ahli dari industri dan mantan juara WorldSkills juga menerapkan standar yang tinggi,” ucapnya.
Selain kemampuan teknis, Aries mengatakan bahwa pembinaan juga difokuskan pada penguatan mental bertanding.

NOW ON AIR SSFM 100

