Salah satu opsi yang dikaji adalah mengalihkan jalur dari Sidoarjo ke arah Tulangan, kemudian bergerak ke selatan dan kembali tersambung di kawasan Gunung Gangsir sebelum menuju Malang.
“Tapi dengan urgensi ini, maka kita tadi sudah mengkaji, kita akan laporkan ke Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) dan Pak Dirjen Perkeretaapian, bahwa sebaiknya ini digeser,” ujarnya.
Menurut Emil, lokasi jalur baru akan dirancang agar stasiun pengganti bagi warga Tanggulangin dan Porong tidak terlalu jauh dari stasiun yang digunakan saat ini.
“Jadi nanti dari Sidoarjo belok dulu ke Tulangan, ke arah barat. Dari Tulangan ke selatan. Jadi ke selatan mungkin dari sini sekitar tiga sampai empat kilometer. Jadi warga yang biasa pakai Stasiun Tanggulangin dan Porong itu tidak merasa terlalu jauh berpindah stasiun penggantinya,” jelasnya.
Sementara itu, Denny mengatakan DJKA sebelumnya telah mengkaji rencana pengalihan jalur tersebut dan sempat melakukan pembebasan lahan sepanjang hampir lima kilometer. Namun, prosesnya terhenti saat pandemi Covid-19.

NOW ON AIR SSFM 100

