Hingga saat iniz pihaknya belum mendapat informasi kapan Rektor UINSA akan kembali ke kampus maupun merespons aspirasi mahasiswa.
Dia mengatakan, mahasiswa tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Aslamiyah menyebut, pihak kampus juga akan tetap memfasilitasi aksi selama tidak berlangsung anarkistis atau merusak fasilitas.
“Kalau aksi demo selama tidak sampai anarkis, merusak apa pun, ya kita wadahi. Mahasiswa kan punya hak untuk mengkritisi, boleh. Tapi tidak boleh anarkis,” katanya.
Terkait kemungkinan aksi lanjutan, Aslamiyah mengaku belum mengetahui rencana mahasiswa. Jika aksi kembali digelar, pihak kampus akan berupaya menjaga kondisi tetap kondusif agar tidak merugikan mahasiswa maupun lembaga.
“Kalau memang ada kegiatan, kita akan berusaha untuk mengondisikan suasana. Biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, biar tidak merugikan mahasiswa, juga tidak merugikan lembaga,” pungkasnya.(ris/kir/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

