“Bansos itu nanti pada ujungnya akan kita berikan cash. Mungkin pakai kupon, supaya penggunaannya benar. Tidak boleh untuk judol, minuman keras, tapi mungkin telur, ayam, dan sebagainya,” ujarnya dilasir dari Antara.
Mengenai besaran bantuan, Luhut menyebut pemerintah tengah menghitung nilai bantuan sekitar Rp5,4 juta per keluarga. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena keputusan akhir berada di tangan Prabowo Subianto Presiden RI.
“Nanti tergantung Presiden, kalau kelihatan nanti karena penghematan kami hitung, bisa Rp1.200 triliun,” kata Luhut.
Selain mengubah mekanisme penyaluran, pemerintah juga tengah mengembangkan sistem digital untuk meningkatkan akurasi data penerima bansos. Sistem tersebut akan diintegrasikan dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
Verifikasi penerima bantuan juga direncanakan menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition. Masyarakat yang telah memenuhi kriteria akan menerima bantuan melalui mekanisme transfer tunai.

NOW ON AIR SSFM 100

