Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM menyebut, potensi pasar motor listrik di Indonesia mencapai 170 miliar dolar AS (setara Rp3.036 triliun).
Dari potensi tersebut, sekitar 10 perusahaan nasional disebut telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan Kementerian Perindustrian. Pengembangan Molinas juga melibatkan PT Len Industri untuk mendorong standardisasi produk agar dapat bersaing di pasar internasional.
“Kita mempunyai standarisasi Internasional. Dan bisa, tidak hanya menjadi champion di Indonesia, tetapi juga champion di regional, bahkan harus menjadi champion di dunia pak Presiden,” kata Rosan kepada Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo Subianto Presiden RI menjanjikan skema kredit berbunga rendah tanpa uang muka atau down payment (DP) untuk mendorong masyarakat membeli motor listrik nasional (MoLiNas) produksi dalam negeri.
Hal itu disampaikan Prabowo saat peluncuran MoLiNas di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Pada kesempatan itu, Presiden meminta Danantara mendukung pengembangan motor listrik nasional, salah satunya melalui skema pembiayaan yang lebih ringan bagi masyarakat.

NOW ON AIR SSFM 100

