Sebelumnya, AS telah meminta Iran menjamin kebebasan navigasi di jalur perairan strategis itu, sementara Iran menegaskan bahwa pelayaran di perairan lepas pantainya harus berada di bawah pengawasan Iran.
Melihat sentimen domestik, data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2026 Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan juga disebut akan mendukung rupiah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy) pada triwulan II 2026, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun, meningkat dari Rp3.396,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pelaku pasar sebelumnya berekspektasi pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 5,1 persen.
“PDB kuartal II yang lebih kuat tidak mengartikan akan kembali kuat ke depannya. Namun, apabila harga minyak turun terus, ini akan meredakan tekanan pada fiskal dan rupiah, dan bisa mendukung pertumbuhan ke depannya,” kata Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.850-Rp18 ribu per dolar AS. (ant/lta/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

