Senin, 21 September 2026

Rupiah Menguat Rp17.911 Per Dolar AS, Analis Mata Uang: Seiring Optimisme Selat Hormuz Segera Dibuka Lagi

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ilustrasi - Rupiah dan Dolar AS. Foto: iStock

Sebelumnya, AS telah meminta Iran menjamin kebebasan navigasi di jalur perairan strategis itu, sementara Iran menegaskan bahwa pelayaran di perairan lepas pantainya harus berada di bawah pengawasan Iran.

Melihat sentimen domestik, data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2026 Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan juga disebut akan mendukung rupiah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy) pada triwulan II 2026, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun, meningkat dari Rp3.396,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pelaku pasar sebelumnya berekspektasi pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 5,1 persen.

“PDB kuartal II yang lebih kuat tidak mengartikan akan kembali kuat ke depannya. Namun, apabila harga minyak turun terus, ini akan meredakan tekanan pada fiskal dan rupiah, dan bisa mendukung pertumbuhan ke depannya,” kata Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.850-Rp18 ribu per dolar AS. (ant/lta/ipg)

 

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 21 September 2026
31o
Kurs