Yudi, petugas palang pintu kereta api di Margorejo mengungkap kronologi pelemparan diduga bom molotov di Kantor Pos Lalu Lintas A. Yani Margorejo, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (15/8/2026) malam.
Ia menyebut terduga pelaku beraksi seorang diri dengan ciri menggunakan sepeda motor bebek dan baju terlihat warna gelap.
“Cuma satu orang aja. Kalau ciri-ciri ya, nggak nggak begitu jelas. Soalnya kan dari sini kan nggak nggak jelas orangnya. Soalnya posisi dia menghadap ke barat,” katanya.
“Hitam (pakaian pelaku) pokoknya gelap. Kalau dari sini kelihatannya gelap, sih, maksudnya enggak berwarna,” tambahnya.
Selain itu terduga pelaku disebut mengenakan helm berwarna biru muda polos.
“Helm tadi kalau kalau saya lihat sepintas biru muda. Nggak tahu itu mereknya nggak tahu, soalnya polos, warna biru muda polos,” jelasnya.
Dari pantauan Yudi di kantornya yang terletak tepat di depan pos polisi, terduga pelaku disebut sempat masuk ke dalam tenda di samping pos lalu lintas tersebut.
Kemudian ia menyalakan api sambil duduk di atas motor dan melemparkan diduga molotov ke depan pintu pos penjagaan tersebut. Yudi memperkirakan aksi itu dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB.
“Di bawah tenda dia (pelaku). Posisinya di bawah tenda, ngelemparnya di situ. Enggak (turun) jadi nyalain apinya, posisi di atasnya motor,” ujarnya.
Setelah bom itu dilempar, Yudi menyebut hanya mendengar suara seperti kaca pecah dan tidak terdengar ledakan. Kemudian terlihat api setinggi sekitar hampir satu meter di depan pintu.
“Nggak ada suara ledakan. Cuma kayak suara pecah, kaca pecah. Pelaku langsung pergi,” tuturnya.
Pelaku disebut langsung melarikan diri usai melemparkan bom tersebut. Kemudian tak berlangsung lama, ada seorang pengendara perempuan dari sisi Frontage A. Yani di belakang pos pantau yang turun dan memadamkan api tersebut.
“Nggak sampai semenit dua menit, terus ada pengendara lain ibu-ibu memadamkan api.
Jadi nggak sampai apinya gede, jadinya, mungkin, orang pasti berani memadamkan,” jelasnya.
Sementara itu Kombes Pol Jules Abraham Abast Kabid Humas Polda Jatim mengaku masih melakukan konfirmasi dan mendalami atas dugaan pelemparan molotov tersebut.
“Terima kasih informasinya. Terkait informasi tersebut, saya juga masih melakukan pengecekan dan konfirmasi kepada jajaran untuk memastikan kebenarannya. Untuk informasi awal terkait kejadian di wilayah Surabaya, rekan-rekan juga dapat mengonfirmasi langsung ke Humas Polrestabes Surabaya. Apabila nanti sudah ada informasi yang terverifikasi, tentu akan saya sampaikan lebih lanjut,” tandasnya.(wld/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

