Panitia juga menyiapkan layar LED di sejumlah titik di luar area utama agar masyarakat yang tidak mendapatkan tempat di dalam lokasi inti tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kamaruddin Amin Sekretaris Jenderal Kementerian Agama menjelaskan, Zikir dan Doa Kebangsaan akan diawali dengan panduan suara, khataman Al-Qur’an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi, hingga doa bersama lintas agama.
“Doa adalah kekuatan spiritual yang menyertai setiap ikhtiar bangsa. Melalui zikir dan doa bersama lintas agama ini, kita memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa dimudahkan dalam mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.
Menurut Kamaruddin, doa lintas agama akan dipimpin oleh tokoh-tokoh agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan dalam keberagaman.
Untuk menunjang kenyamanan peserta, panitia menyediakan ratusan toilet serta area wudu dengan sekitar 1.000 hingga 1.500 keran. Masyarakat dianjurkan mengenakan pakaian berwarna putih, membawa perlengkapan salat yang praktis, serta membatasi barang bawaan.
Panitia juga mengimbau peserta tidak membawa bayi maupun anak balita serta melarang masuknya benda tajam, senjata api, petasan, dan barang-barang berbahaya lainnya ke area kegiatan.(faz/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

