Minggu, 15 Februari 2026

Sederet Artis dan Penyanyi Dukung Francesca Albanese yang Didesak Mundur Usai Kritik Israel

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Francesca Albanese Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina. Foto: MIddle Eas Eye

Lebih dari 100 seniman ternama dunia, mulai dari aktor, musisi hingga penulis, menandatangani surat terbuka mendukung Francesca Albanese Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, yang tengah menghadapi desakan internasional agar mundur dari jabatannya.

Surat tersebut dirilis kelompok Artists for Palestine pada Sabtu (15/2/2026). Para penandatangan menyatakan dukungan penuh terhadap Albanese yang dikenal vokal mengkritik perang Israel di Gaza.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada Francesca Albanese, seorang pembela hak asasi manusia dan, karena itu, juga pembela hak rakyat Palestina untuk tetap eksis,” demikian isi surat terbuka tersebut yang dikutip Al Jazeera, Minggu (15/2/2026).

Surat itu juga menegaskan bahwa semakin banyak masyarakat dunia yang menolak kekerasan sebagai hukum yang berlaku.

“Tak terhitung jumlahnya dari kami di setiap sudut bumi yang tidak lagi menginginkan kekuatan menjadi hukum. Kami tahu apa arti sejati dari kata ‘hukum’,” tulis para seniman.

Sejumlah nama besar tercatat sebagai pendukung, antara lain Mark Ruffalo aktor ternama Hollywood, Javier Bardem aktor Spanyol, Annie Ernaux penulis peraih Nobel Sastra, serta Annie Lennox musisi asal Inggris.

Adapun dukungan tersebut muncul setelah Francesca Albanese menjadi sorotan menyusul pernyataannya dalam Al Jazeera Forum pekan lalu. Dalam forum itu, ia menyebut bahwa “kita sebagai umat manusia memiliki musuh bersama”.

Video palsu yang kemudian dibantah sempat beredar dan menarasikan seolah-olah Albanese menyebut Israel sebagai “musuh bersama”. Melalui media sosial, Albanese meluruskan bahwa yang dimaksud sebagai musuh bersama adalah “sistem yang memungkinkan terjadinya genosida di Palestina”.

Meski demikian, sejumlah negara Eropa tetap mendesak agar ia mundur.

Jean-Noel Barrot Menteri Luar Negeri Prancis menyerukan pengunduran diri Albanese setelah sekelompok anggota parlemen Prancis melayangkan surat yang mengecam pernyataannya sebagai “antisemit”. Barrot menyatakan Prancis “mengecam tanpa syarat pernyataan yang dianggap keterlaluan dan tidak dapat diterima”.

Johann Wadephul Menteri Luar Negeri Jerman juga menyebut posisi Albanese “tidak dapat dipertahankan”.

Kritik terhadap Pemerintah Barat

Frank Barat penulis dan produser film asal Prancis menilai sejumlah pemerintah Barat berupaya membungkam kritik terhadap Israel.

Bahkan, ia mengatakan Emmanuel Macron Presiden Prancis dan Jean-Noel Barrot berulang kali menyatakan dukungan terhadap hukum internasional, namun menurutnya fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

Menurut Barat, selama dua tahun terakhir Albanese menyoroti kewajiban negara-negara berdasarkan hukum internasional untuk mencegah genosida, namun dinilai gagal bertindak di Gaza.

“Karena Francesca menyoroti kemunafikan ini, dia menjadi sasaran sebagian besar pemerintah Barat. Agenda politik mereka adalah menghancurkan setiap kritik terhadap Israel. Kita melihatnya di jalan-jalan Eropa dan Amerika Serikat,” kata Barat.

Ia juga menyebut pihak-pihak yang bersuara menentang perang Israel di Palestina justru dikriminalisasi, sementara pelaku genosida dibiarkan.

Kekhawatiran PBB atas Serangan terhadap Pejabatnya

Marta Hurtado juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyatakan pihaknya khawatir terhadap serangan dan tekanan yang diarahkan kepada Albanese.

“Kami prihatin bahwa pejabat PBB, para ahli independen, dan pejabat peradilan semakin sering menjadi sasaran serangan pribadi, ancaman, dan disinformasi yang mengalihkan perhatian dari isu hak asasi manusia yang serius,” kata Hurtado dalam konferensi pers.

Di tengah polemik tersebut, laporan terbaru menyebut hampir 600 warga Palestina tewas di Gaza sejak gencatan senjata 10 Oktober lalu. Secara keseluruhan, sedikitnya 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan 171.000 lainnya terluka sejak perang meletus pada Oktober 2023. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 15 Februari 2026
31o
Kurs