Minggu, 26 April 2026

Sehari Operasikan Trashboom, Ecoton Angkut 907 Kg Sampah dari Kali Tebu Surabaya

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) melalui Mission for Zero Plastic Leakage (Mozaik) mengangkut sampah di Kali Tebu, Kenjeran, Surabaya. Foto: Ecoton

Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) melalui Mission for Zero Plastic Leakage (Mozaik), mengangkut 907 kg sampah di Kali Tebu, Kenjeran, Surabaya, hasil dari pemasangan trashboom selama 24 jam.

Heri Purnomo Koordinator Tim Evakuasi Sampah Trashboom mengatakan, dari total 907 kg sampah yang diangkut tersebut, 757 kg merupakan sampah anorganik dan 150 kg sampah organik.

“Hasil pengangkutan ini memberikan gambaran nyata kondisi sampah sungai setelah dipasang selama 24 jam,” katanya, pada Minggu (26/4/2026).

Ia mengatakan, data yang didapat dari hasil evakuasi sampah itu akan menjadi pijakan awal dalam memahami karakteristik sampah di Kali Tebu, Kenjeran, Surabaya.

“Program ini akan mulai berjalan lebih efektif pada bulan Mei, yang rencana kami akan memasang trashboom permanen setelah membentuk satgas Kali Tebu,” ucapnya.

Pemasangan trashboom rencananya akan kembali dilakukan dalam rentang waktu 18 bulan di tiga segmen Kali Tebu yang mencakup enam kelurahan, yakni Kali Tebu segmen hulu yang berada di Kelurahan Kapas Madya Baru dan Simokerto. Kemudian Kali Tebu segmen tengah yang berada Kelurahan Sidotopo Wetan dan Tanah Kali Kedinding, serta Kali Tebu segmen hilir yang berada di Kelurahan Bulak Banteng dan Tambak Wedi.

“Selain berfungsi sebagai pencegat sampah agar tidak mengalir ke laut, sistem tersebut juga terintegrasi dengan pengelolaan lanjutan,” ujarnya.

Sampah yang telah dievakuasi dari trashboom akan melalui dua tahap penyortiran. Pada fase pertama, sampah dipilah berdasarkan jenis hingga mencapai sekitar 30 kategori material. Pada fase kedua, dilakukan pemilahan lanjutan berdasarkan warna untuk meningkatkan kualitas daur ulang.

Setelah penyortiran tuntas, sampah diproses melalui metode press (balling) sebelum disalurkan melalui kerja sama dengan Bank Sampah Induk Surabaya.

Ia mengatakan bahwa program tersebut mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dalam pengelolaan sampah di tingkat kota.

Amiruddin Muttaqin Manajer Program mengatakan bahwa selain pemasangan trashboom, Mozaik Ecoton juga menjalankan pendekatan berbasis masyarakat, meliputi pengelolaan sampah sungai, pembersihan rutin sungai dengan partisipasi aktif masyarakat termasuk pembentukan satgas, pengurangan sampah skala kawasan melalui pemilahan dari sumber dan praktik guna ulang, program Sekolah Zero Waste Mozaik, pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).

Amiruddin menegaskan, Mozaik tidak hanya berfokus pada penanganan di hilir, tetapi juga perubahan sistem di hulu.

“Ini menjadi penting karena berfokus pada tiga hal utama, yaitu mencegah sampah bocor ke laut, mengurangi timbulan sampah dari sumbernya, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya berharap, melalui rangkaian intervensi tersebut, Kali Tebu Surabaya bisa menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis sungai dan komunitas. “Sekaligus berkontribusi dalam upaya mengurangi pencemaran plastik ke laut,” pungkasnya.(ris/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 26 April 2026
34o
Kurs