Antonio Guterres Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) bertemu Masoud Pezeshkian Presiden Iran pada, di sela-sela Sidang Umum PBB, Jumat (25/9/2026). Dalam pertemuan itu, Guterres menekankan pentingnya menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui dialog dan perundingan.
Berdasarkan pernyataan resmi PBB, Guterres juga menegaskan bahwa setiap upaya penyelesaian konflik harus menghormati hukum internasional, termasuk hak dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya.
“Sekretaris Jenderal menekankan kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui dialog dan perundingan, dengan penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk hak dan kebebasan navigasi internasional di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya,” demikian pernyataan PBB yang dikutip Anadolu, Sabtu (26/9/2026).
Guterres juga menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendukung seluruh upaya diplomatik guna mengakhiri konflik di kawasan tersebut.
Pertemuan itu berlangsung ketika Iran mengajukan proposal tujuh hari untuk mengakhiri permusuhan sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran strategis bagi pasokan energi dunia.

NOW ON AIR SSFM 100

