Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran sebelumnya mengatakan, proposal tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat (AS) melalui Qatar.
Menurut Araghchi, Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu tujuh hari apabila persyaratan yang diajukan Iran dipenuhi Washington. Tapi hingga Jumat, AS belum memberikan tanggapan resmi secara terbuka terhadap proposal tersebut.
Konflik di Timur Tengah sendiri meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Menurut pemerintah Iran, serangan tersebut telah menewaskan ribuan orang.
Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan Timur Tengah, serta secara efektif menutup Selat Hormuz.
Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut menjadi salah satu persoalan utama dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik antara Iran dan AS. (bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

