Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami tiga kali erupsi pada Senin (14/9/2026) pagi. Tinggi kolom abu tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak. Erupsi pertama terjadi pukul 04.20 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 128 detik,” kata Sigit Rian Alfian Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, yang dikutip Antara.
Semeru kembali erupsi pukul 05.53 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut. Erupsi kedua itu terekam dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berlangsung selama 133 detik.
Erupsi ketiga terjadi pukul 06.28 WIB. Kali ini, tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl. “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 140 detik,” katanya.
Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” kata Sigit.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujarnya. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

