Subandi mengatakan pihak pondok untuk sementara belum berani lagi menerima MBG, karena kekhawatiran dari para santri dan walinya.
“Ndak, ndak ada pemerintah daerah menolak. Yang menolak adalah di pondok pesantren karena melihat santrinya ini hampir 400 lebih, hampir 500 lebih kena masalah seperti itu,” ungkapnya.
“Ya dia enggak berani menerima. Karena kan ada dari orang tua wali kan juga takut semua,” sambung Subandi.
Bahkan, ia menceritakan, saat berada di rumah sakit semalam untuk melihat kondisi para korban, banyak orang tua santri meluapkan kemarahannya kepadanya.
“Kemarin itu waktu di rumah sakit itu marah-marah. Saya sebagai Bupati dibentak-bentak, karena dengan alasan ya anaknya keracunan. ‘Lah ini program apa pak Bupati?’ Ya tak bilang sabar-sabar gitu,” ucapnya.

NOW ON AIR SSFM 100

