Ia menjelaskan, kepastian jadwal sejak awal memberikan kesempatan kepada calon jemaah untuk menyusun perencanaan keuangan, terutama dalam mempersiapkan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, jemaah diharapkan dapat mengatur kebutuhan finansial secara lebih terukur dan tidak terburu-buru. Selain itu, kepastian keberangkatan juga membantu jemaah menyesuaikan urusan pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan pribadi sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Selain aspek finansial, Mustolih menekankan pentingnya memanfaatkan waktu persiapan untuk menjaga dan meningkatkan kondisi kesehatan jemaah. Menurutnya, kesiapan fisik dan mental menjadi bagian penting agar jemaah mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik.
Calon jemaah diharapkan mulai melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mengendalikan penyakit penyerta, memenuhi kebutuhan gizi, serta membangun kebiasaan hidup sehat dan melakukan latihan fisik sesuai kemampuan.
“Waktu persiapan yang lebih panjang harus dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi istitaah kesehatan. Jemaah perlu mempersiapkan kondisi fisiknya sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan, pengendalian penyakit penyerta, pemenuhan gizi, dan latihan fisik secara bertahap serta berkelanjutan,” kata Mustolih.
NOW ON AIR SSFM 100

