Ia menambahkan, persiapan kesehatan tidak seharusnya dilakukan menjelang keberangkatan saja. Upaya menjaga kebugaran perlu menjadi proses berkelanjutan agar jemaah memiliki kesiapan yang lebih baik ketika menjalani ibadah di Tanah Suci.
Meski mengapresiasi penetapan jadwal lebih awal, Komnas Haji dan Umrah meminta Kemenhaj segera menindaklanjutinya dengan langkah-langkah teknis yang jelas dan terkoordinasi.
Salah satu hal yang dinilai mendesak adalah publikasi data calon jemaah yang berhak berangkat pada musim haji 2027.
Informasi tersebut diperlukan agar calon jemaah memperoleh kepastian mengenai status keberangkatannya dan dapat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan secara lebih terencana.
“Penetapan jadwal perjalanan haji lebih awal perlu diikuti dengan kepastian data jemaah yang berhak berangkat. Dengan begitu, calon jemaah bisa mengetahui status keberangkatannya dan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan,” tegas Mustolih.
NOW ON AIR SSFM 100

