ITS, kata dia, menjadi salah satu kampus yang dipilih karena memiliki kontribusi terhadap pengembangan teknologi Pertamina. Selain itu, banyak lulusan ITS yang kemudian bergabung dengan Pertamina, khususnya Pertamina Patra Niaga.
“Jadi, ini harus kita jaga bersama agar kedaulatan dan ketahanan energi tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Ia menilai kedaulatan energi merupakan salah satu faktor penting bagi kedaulatan negara. Oleh karena itu, pihaknya perlu menyiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan akademis, pengalaman organisasi, kreativitas, dan daya juang.
“Harapannya, Indonesia menjadi negara yang berdaulat. Salah satu kunci negara berdaulat adalah harus berdaulat energi supaya kita tidak bergantung pada negara lain,” katanya.
Untuk menjaring talenta tersebut, pihaknya membuka kesempatan bagi mahasiswa ITS untuk mengenal dunia kerja melalui program magang, PKL, hingga internship.

NOW ON AIR SSFM 100

