Pertamina mulai menyiapkan generasi muda untuk menghadapi perubahan bisnis energi, termasuk pergeseran dari energi fosil menuju energi baru dan terbarukan.
Hal itu disampaikan Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, dalam program Pertamina Goes to Campus di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pada Selasa (15/9/2026).
Roberth mengatakan, mahasiswa perlu dibekali pengetahuan dan pengalaman sejak dini karena generasi muda nantinya akan menjadi penerus pengelolaan sektor energi di Indonesia.
“Harapannya, adik-adik mahasiswa yang nantinya akan membawa Pertamina ke depan dalam bisnis energi tidak hanya bergerak di energi fosil untuk BBM, LPG, dan sebagainya, tetapi juga tetap menjaga dan mengembangkan Pertamina di sektor energi terbarukan,” katanya.
Ia menyatakan, pengembangan solar panel, biomassa, dan pemanfaatan energi terbarukan menjadi tantangan yang harus dipersiapkan, termasuk oleh calon talenta dari kalangan mahasiswa.
ITS, kata dia, menjadi salah satu kampus yang dipilih karena memiliki kontribusi terhadap pengembangan teknologi Pertamina. Selain itu, banyak lulusan ITS yang kemudian bergabung dengan Pertamina, khususnya Pertamina Patra Niaga.
“Jadi, ini harus kita jaga bersama agar kedaulatan dan ketahanan energi tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Ia menilai kedaulatan energi merupakan salah satu faktor penting bagi kedaulatan negara. Oleh karena itu, pihaknya perlu menyiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan akademis, pengalaman organisasi, kreativitas, dan daya juang.
“Harapannya, Indonesia menjadi negara yang berdaulat. Salah satu kunci negara berdaulat adalah harus berdaulat energi supaya kita tidak bergantung pada negara lain,” katanya.
Untuk menjaring talenta tersebut, pihaknya membuka kesempatan bagi mahasiswa ITS untuk mengenal dunia kerja melalui program magang, PKL, hingga internship.
Roberth mengatakan pengalaman bekerja atau magang di Pertamina dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika nantinya masuk ke dunia kerja.
“Acara ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi perusahaan, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dan timbal balik. Kami mendapatkan talent-talent terbaik dari ITS, sementara ITS mendapatkan peluang untuk pengembangan mahasiswanya,” ujarnya.
Seperti diketahui, program Goes to Campus sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga Universitas Andalas di Padang. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

