Jumat, 17 April 2026

Terminal Teluk Lamong dan KSOP Tanjung Perak Pangkas Waktu Transisi Kapal dari 6 Jam Jadi Maksimal 2 Jam

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
PT Terminal Teluk Lamong bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak melakukan sosialiasasi untuk mempercepat layanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (17/4/2026). Foti: Terminal Teluk Lamong

PT Terminal Teluk Lamong bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Utama Tanjung Perak meluncurkan langkah baru untuk mempercepat layanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, melalui program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh atau Express Anchorage Zone Service (EAZI).

Program tersebut menargetkan waktu tunggu kapal lebih singkat, dari 6 jam menjadi maksimal 2 jam. Langkah itu sudah disosialisasikan bersamaan dengan pembaruan sistem operasional dan prosedur layanan pemanduan serta penundaan kapal, sebagai respons atas padatnya lalu lintas kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak.

David Pandapotan Sirait Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, menyebut kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Menurutnya, inovasi ini sudah menunjukkan dampak nyata berupa berkurangnya waktu ship to ship maupun port stay kapal.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan di Tanjung Perak. Kolaborasi ini memastikan setiap tahapan program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh 2 atau EAZI berjalan lancar, sehingga menghasilkan efisiensi nyata bagi pelayanan kapal yaitu dengan berkurangnya waktu ship to ship dan Port Stay,” katanya dalam keterangan yang diterima, pada Jumat (17/4/2026).

Dalam aturan layanan EAZI, kapal yang bisa memanfaatkan fasilitas tersebut memiliki panjang maksimal 150 meter, dengan waktu tunggu di zona labuh paling lama enam jam. Sementara proses ship to ship dibatasi maksimal satu jam.

Selain itu, sistem layanan juga diperkuat dengan integrasi pelaporan real time antara Inaportnet milik Kementerian Perhubungan dan platform digital Phinnisi milik Pelindo.

“Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem smart port di Terminal Teluk Lamong,” tambahnya.

Agustinus Maun Kepala KSOP Utama Tanjung Perak optimistis program tersebut akan membuat pelayanan kapal lebih efektif, meningkatkan volume petikemas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

“Tugas utama KSOP adalah memperlancar arus barang dan orang. Oleh karena itu, kami terus mencari inovasi untuk meningkatkan layanan. Dengan program EAZI, operasional kapal menjadi lebih efisien dan akuntabel,” ucapnya.

Bagi pengguna jasa, ia menilai program EAZI membawa dampak besar. Waktu transisi kapal dari posisi lepas sandar hingga kembali sandar yang sebelumnya memakan waktu empat sampai enam jam, kini ditargetkan turun menjadi maksimal dua jam.

Pihaknya berharap inovasi itu mampu memperlancar arus logistik, menekan biaya distribusi, dan memperkuat rantai pasok di Jatim.

Sementara itu, Harmin perwakilan dari PT SPIL menyatakan dukungannya terhadap inovasi peningkatan layanan kapal tersebut.

“EAZI merupakan solusi konkret untuk mengurangi waktu proses ship to ship dan port stay. Kami siap menjadi bagian dalam pelaksanaan optimalisasi ini guna memperlancar arus barang,” tukasnya.

Seperti diketahui, dalam sosialisasi itu dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan kepelabuhanan, mulai dari kantor KSOP Utama tanjung perak, Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, KSOP Kelas II Gresik, Pelindo Regional 3, Sub Regional Jawa, hingga asosiasi pengguna jasa seperti INSA dan ISAA serta pengguna jasa kepelabuhanan.(ris/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 17 April 2026
31o
Kurs