Erupsinya terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 11 milimeter dan durasi 109 detik. Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Pada waktu yang berdekatan, Gunung Semeru juga mengalami erupsi sekitar pukul 20.33 WIB. Meski visual letusan tidak dapat diamati karena tertutup kabut, tapi Petugas Pemantau Gunung Api Semeru mencatat getaran erupsi pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 235 detik.
Aktivitas Gunung Semeru juga berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, aktivitas masyarakat dilarang dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar. (ant/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

