Senin, 5 Oktober 2026

Tim Nogogeni ITS Pertahankan Dua Gelar Juara di KMHE 2026, Nela dan Bela Jadi yang Terbaik

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tim Nogogeni ITS merayakan dua gelar juara di KMHE 2026, sekaligus mempertahankan gelar Urban Listrik dan Urban Etanol. Foto: Nogogeni ITS

Tim Nogogeni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mencatat prestasi di Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026. Dua kendaraan yang diturunkan berhasil meraih Juara 1, masing-masing pada kategori Urban Listrik dan Urban Etanol.

Prestasi tersebut sekaligus membuat Nogogeni ITS mempertahankan dua gelar yang sebelumnya diraih pada KMHE 2025.

KMHE 2026 digelar di Sirkuit Universitas Jember pada 1-4 Oktober 2026. Kompetisi yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) itu diikuti 64 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pada kompetisi tahun ini, Nogogeni ITS mengandalkan Nogogeni XI EVO atau Nela untuk kategori Urban Listrik dan Nogogeni IX atau Bela pada kategori Urban Etanol.

Nela mencatat efisiensi 275,57 km/kWh dan menjadi yang terbaik di kategori Urban Listrik. Sementara Bela menorehkan efisiensi 594,44 km/liter pada kategori Urban Etanol.

Capaian Bela tersebut meningkat 10,5 persen dibandingkan hasil yang diraih tim pada tahun sebelumnya.

Hafiz Diandra Pratama General Manager Tim Nogogeni ITS mengatakan, keberhasilan membawa pulang dua gelar juara menjadi hasil dari persiapan panjang yang dilakukan tim.

“Rasanya campur aduk, senang, lega, dan bangga. Dua mobil, dua Juara 1 memang target kami sejak awal, tapi tidak pernah kami anggap mudah. Ini hasil kerja keras seluruh anggota tim,” kata Hafiz di Surabaya pada Senin (5/10/2026).

Nogogeni IX (“Bela”) melaju di sirkuit KMHE 2026 pada kategori Urban Etanol. Foto: Dok. Nogogeni ITS

Persiapan menghadapi KMHE 2026 telah dimulai sejak November 2025. Selama hampir setahun, tim melakukan pengembangan pada berbagai aspek kendaraan, mulai dari sistem penggerak, efisiensi hingga pengurangan bobot.

Untuk Nela, pengembangan difokuskan pada mikrokontroler yang memiliki kemampuan mengendalikan motor BLDC secara lebih presisi. Teknologi tersebut memungkinkan tim mengatur putaran motor secara lebih optimal untuk mendukung efisiensi kendaraan.

Pengurangan bobot juga menjadi perhatian. Rangka Nela berhasil ditekan hingga 72 kilogram.

Sementara pada Bela, tim melakukan pembaruan drivetrain dan optimalisasi konstruksi engine. Serangkaian pengembangan itu dilakukan untuk menjaga performa sekaligus meningkatkan efisiensi kendaraan.

Hasilnya, bobot Bela dapat diturunkan menjadi 86 kilogram.

Sebelum berlaga di Jember, kedua kendaraan menjalani sejumlah pengujian di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya. Uji coba tersebut menjadi bagian dari persiapan tim untuk menghadapi kondisi perlombaan.

Bagi Jeremi Mantovanio Sibarani, pengemudi Nogogeni XI EVO, tantangan terbesar justru muncul ketika kendaraan sudah berada di lintasan. Dalam kompetisi kendaraan hemat energi, strategi berkendara menjadi faktor penting untuk menjaga konsumsi energi tetap rendah.

“Di lomba hemat energi, satu kesalahan kecil, misalnya pengereman yang terlalu dalam, bisa langsung memengaruhi hasil. Kami harus tenang dan disiplin menjaga strategi dari awal sampai akhir,” ujar Jeremi.

Perjalanan Nogogeni ITS di KMHE 2026 juga diwarnai sejumlah tantangan. Tim harus melakukan penyesuaian teknis setelah terjadi perubahan regulasi secara mendadak.

Kondisi cuaca turut menjadi faktor yang harus dihadapi karena hujan deras mengguyur kawasan Universitas Jember selama kompetisi.

KMHE 2026 sendiri terdiri atas tiga tahapan utama, yakni seleksi laporan desain kendaraan, inspeksi teknis dan keselamatan, serta uji efisiensi di sirkuit.

Pemenang ditentukan berdasarkan efisiensi energi kendaraan. Semakin jauh jarak yang dapat ditempuh dengan konsumsi energi atau bahan bakar yang semakin sedikit, semakin tinggi tingkat efisiensinya.

Keberhasilan tahun ini memperpanjang catatan prestasi Nogogeni ITS di KMHE. Pada 2025, tim yang sama juga meraih Juara 1 kategori Urban Listrik dan Urban Etanol.

Bagi Nogogeni ITS, kompetisi tersebut tidak semata-mata menjadi arena untuk mengejar gelar juara. Pengembangan kendaraan hemat energi juga menjadi bagian dari riset mahasiswa untuk menghasilkan teknologi transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Hafiz mengatakan semangat tersebut juga berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama energi bersih dan terjangkau, penanganan perubahan iklim, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi transportasi yang efisien dan berkelanjutan. Semangat ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 7 tentang energi bersih dan terjangkau, poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Semoga Nogogeni ITS terus menjadi yang terbaik,” tutur Hafiz. (saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 5 Oktober 2026
29o
Kurs