TNI Angkatan Udara (AU) menerima satu unit pesawat angkut baru NC-212i dengan nomor ekor A-211, buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Sabtu, dijelaskan bahwa pesawat tersebut telah tiba di markas TNI AU pada Kamis (30/7/2026).
“Pesawat itu tiba di Skadron Udara 4, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, untuk memperkuat Grup 1 Angkut melalui Skadron Udara 4,” kata I Nyoman Suadnyana, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, dalam siaran pers yang dilansir Antara.
I Nyoman Suadnyana menjelaskan, pesawat ini merupakan hasil kerja sama pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan PT Dirgantara Indonesia.
Dalam siaran pers yang sama, I Gusti Putu Setia Darma, Komandan Grup 1 Angkut, menyampaikan bahwa penerimaan pesawat ini merupakan bagian dari upaya TNI AU dalam terus memodernisasi alutsista yang dimiliki. Dengan meningkatnya kualitas alutsista TNI AU, ia meyakini kekuatan pertahanan udara nasional juga akan turut meningkat secara signifikan.
“Dengan bertambahnya kekuatan pesawat angkut, kesiapan operasional satuan akan semakin meningkat untuk menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” ujarnya.
Sebelumnya, Dena Hendriana, Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia, menjelaskan bahwa alutsista rakitan lokal dengan konfigurasi khusus Troop Transport, Rainmaking & Camera tersebut diterbangkan langsung (ferry flight) dari Delivery Center PTDI Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pada Kamis.
“Alhamdulillah, hari ini kita akan melakukan ferry flight. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk men-deliver pesanan dari Kemenhan RI. Ini merupakan unit ke-8 dari 9 yang di-order. Insyaallah ini akan memperkuat kekuatan TNI AU yang bermarkas di Malang dan menjadi sesuatu untuk bisa mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia,” ujar Dena Hendriana, Direktur Produksi PTDI, di Bandung, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, pesawat dengan nomor ekor AX-2135 ini dirancang secara serbaguna untuk berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi pasukan, penyemaian awan atau operasi modifikasi cuaca, hingga pemetaan foto udara. Penggunaan baling-baling MTV-27 bersertifikasi EASA yang dipadukan dengan mesin Honeywell TPE331 turut memberikan keunggulan performa signifikan, seperti tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah, stabilitas saat terbang dengan satu mesin (single engine) di ketinggian, serta proses menyalakan mesin (engine start) yang lebih halus.
Dena Hendriana menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari komitmen PTDI dalam menuntaskan kontrak pengadaan sembilan unit NC212i bersama Kementerian Pertahanan. Satu unit tersisa dari total kontrak sembilan unit pesawat tersebut dijadwalkan rampung dan dikirimkan pada Oktober 2027.
Sementara itu, Andika Ardyagana, Pilot in Command Ferry yang menerbangkan pesawat bersama Copilot Irvan Fajar, mengonfirmasi keandalan performa alutsista canggih tersebut, usai pesawat dinyatakan lulus sertifikasi Flight Acceptance Certificate pada 9 Juli 2026.
“Untuk performa pesawat, kemarin kami melaksanakan pengembangan. Alhamdulillah, dapat mencapai kemampuan maksimumnya sehingga nanti setelah pelaksanaan ferry flight, kemudian dilaksanakan penerimaan oleh Kemenhan maupun oleh TNI AU. Harapan kami, pesawat ini akan menambah kekuatan TNI AU untuk menjaga kedaulatan RI,” ujar Andika Ardyagana, Pilot in Command Ferry.(ant/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

