Kamis, 2 Juli 2026

Trump Klaim AS dan China Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Xi Jinping Presiden China dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Zhongnanhai, kompleks pemerintahan elite China di Beijing, Jumat (15/5/2026). Foto: Xinhua

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengklaim dirinya dan Xi Jinping Presiden China memiliki pandangan serupa terkait Iran, yakni sama-sama tidak ingin Teheran memiliki senjata nuklir.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat melakukan tur privat bersama Xi Jinping di Zhongnanhai, kompleks pemerintahan elite China di Beijing, Jumat (15/5/2026).

“Kami juga membahas Iran. Pandangan kami mengenai Iran sangat mirip, kami ingin hal itu berakhir. Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir,” kata Trump dalam video yang disiarkan televisi pemerintah China.

Selain membahas Iran, Trump juga menyinggung situasi di Selat Hormuz yang belakangan memanas akibat konflik kawasan Timur Tengah.

“Kami ingin selat (Hormuz) tetap terbuka. Saat ini kami sedang menutupnya. Mereka menutupnya, dan kami menutupnya lagi terhadap mereka. Namun, kami ingin selat itu terbuka, dan kami ingin mereka mengakhiri persoalan ini, karena situasi di sana kacau, agak kacau,” ujarnya seperti dikutip Antara, Sabtu (16/5/2026).

Trump menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. “Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” tegasnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Trump menyebut dirinya dan Xi Jinping juga membahas berbagai isu strategis lain dan mengklaim kedua negara memiliki banyak kesamaan pandangan.

“Dan saya kira kami sangat sependapat. Kami akan melanjutkan pembahasan lebih lanjut sekarang bersama kelompok yang lebih besar,” katanya.

Trump juga mengaku terkesan dengan sambutan pemerintah China selama kunjungannya di Beijing. “Kami telah menjalin hubungan yang bersahabat dengan mereka semua. Mereka orang-orang hebat, merupakan suatu kehormatan berada di sini,” ungkap Trump.

Ia pun mengatakan kunjungan tersebut akan bersifat timbal balik ketika Xi Jinping nantinya datang ke AS.

“Kami akan menunjukkan semuanya (di Amerika) secara terbuka, dan mudah-mudahan Anda akan punya kesan yang sangat baik, seperti saya yang sangat terkesan dengan China. Saya hanya ingin mengakhiri dengan mengucapkan terima kasih banyak. Ini benar-benar menjadi dua hari yang luar biasa,” kata Trump.

Sementara dalam Xi Jinping dalam keterangan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri China, mengatakan hubungan Beijing dan Washington harus terus dijaga agar berkembang secara stabil.

“Kedua negara perlu melaksanakan dengan baik konsensus penting yang telah kita capai, menghargai momentum positif yang tidak mudah diperoleh saat ini, menjaga arah yang tepat, menyingkirkan berbagai gangguan, dan mendorong hubungan kedua negara berkembang secara stabil,” ujar Xi.

Xi menyebut kunjungan Trump kali ini memiliki nilai historis dan simbolis bagi hubungan kedua negara. Menurut Xi, dirinya dan Trump telah menyepakati arah baru hubungan China-AS sebagai hubungan strategis yang konstruktif dan stabil.

“Kedua presiden bersama-sama telah menetapkan posisi baru bagi hubungan China-AS, yakni hubungan strategis yang konstruktif dan stabil. Keduanya juga telah mencapai konsensus penting mengenai upaya menjaga stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan, memperluas kerja sama praktis di berbagai bidang, serta menyelesaikan secara tepat berbagai hal yang menjadi perhatian masing-masing,” jelas Xi.

Kedua pemimpin juga disebut sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam isu internasional maupun regional.

“Kunjungan ini bermanfaat untuk meningkatkan saling pengertian, memperdalam rasa saling percaya, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara,” tambah Xi. (bil)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 2 Juli 2026
31o
Kurs