Sabtu, 24 Oktober 2026

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur Selesai, Lajur Kanan Tol Paspro Masih Ditutup Tunggu Keputusan Pemerintah

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Cone penanda pembatas jalan masih terpasang di Tol Pasuruan-Probolinggo yang median jalannya dibongkar untuk uji coba pendaratan pesawat tempur, Kamis (22/10/2026). Foto: Ferry via WA SS

Lajur kanan atau lajur cepat di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) masih ditutup sementara, meskipun uji coba pendaratan pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU) telah selesai dilaksanakan pada, Kamis (22/10/2026) kemarin.

Hatta Rabbani Staf Humas PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol mengatakan, penutupan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan, karena pembatas beton di tengah jalan tol (median concrete barrier) belum dipasang kembali setelah dibongkar untuk keperluan uji coba.

Penutupan itu berlaku di kedua arah, yakni jalur A menuju Banyuwangi, dan jalur B menuju Surabaya sepanjang 3,5 kilometer, mulai KM 834+000 hingga KM 837+500.

“Jadi memang untuk sementara bahu jalan dan lajur kanan atau lajur cepat itu ditutup,” kata Hatta saat on air di Radio Suara Surabaya, Jumat (23/10/2026).

Hatta menjelaskan, selama penutupan itu, kendaraan dari kedua arah hanya dapat menggunakan lajur satu atau lajur lambat yang biasanya digunakan bus dan truk.

Untuk menjaga keamanan, pengelola memasang pembatas jalan sementara berupa water barrier sepanjang 3,5 kilometer di kedua arah. Pembatas itu juga dilengkapi lampu LED pada malam hari sebagai panduan bagi pengendara.

Tapi, meski ada pembatasan lajur, Hatta memastikan operasional Tol Paspro tetap berjalan dan dapat dilalui kendaraan umum. Bahkan, ruas tol tersebut telah dibuka kembali sejak, Kamis pukul 17.00 WIB, lebih cepat dari rencana awal pukul 18.00 WIB.

Meski demikian, Hatta mengakui pihaknya belum dapat memastikan kapan lajur kanan dan bahu jalan Tol Paspro bisa kembali digunakan secara normal. Pengelola masih harus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan instansi terkait, untuk menentukan langkah penanganan setelah pembongkaran pembatas jalan.

“Untuk waktunya kami belum bisa memberikan waktu, terkait kapan kembali dibukanya. Namun kami dapat memastikan untuk arus lalu lintas ya, buat pengendara Surabaya ke Jember atau sebaliknya itu bisa melewati,” ujarnya.

Dia memastikan,  PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol akan terus mendorong agar lajur kanan dan bahu jalan dapat segera dibuka kembali demi kepentingan pengguna jalan.

“Jadi memang rencananya kita akan berkolaborasi juga dengan Kementerian PU dan juga jajaran-jajaran terkait untuk ke depannya, supaya jalur kanan ini bisa diaktifkan kembali dan juga bahu jalannya,” jelas Hatta.

Harapannya, keputusan pengoperasian kembali kedua lajur itu dapat diperoleh sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun belum ada kepastian jadwal.

Sebagai informasi, ruas Tol Paspro sebelumnya digunakan untuk uji coba pendaratan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan Super Tucano milik TNI AU pada, Kamis (22/10/2026). “Untuk spesifik landasannya itu ada di KM 834 + 000 hingga KM 837 + 500,” kata Hatta.

Untuk memenuhi kebutuhan pendaratan pesawat, pengelola membongkar pembatas beton di tengah jalan serta pagar pengaman (guard rail) di sisi jalan. Dengan begitu, jalur A dan B dapat dimanfaatkan sebagai satu area landasan.

“Nah, itu jadi dalam proses untuk menyukseskan landasan pesawat tempur darurat ini jalur tengah yang ada di tol kami itu atau median concrete barrier itu kami bongkar,” terangnya.

Menurutnya, pembongkaran itu membuat lebar kedua jalur mencapai 24,2 meter sehingga dapat digunakan untuk uji coba pendaratan pesawat tempur. Hatta mengatakan, persiapan konstruksi untuk mendukung uji coba tersebut telah dimulai sekitar Agustus 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama TNI AU, Kementerian Pertahanan, Kementerian PU, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta pengelola jalan tol untuk mendukung kebutuhan operasi udara nasional.

Tapi ia menegaskan, penggunaan jalan tol sebagai landasan pesawat tempur hanya dilakukan ketika terdapat kebutuhan pertahanan nasional. “Jadi sementara belum terjadi hal-hal yang seperti itu, jalan tol berfungsi normal, seperti biasa,” ujarnya.

Selain Tol Paspro, rencana pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat juga disiapkan di ruas Tol Cibitung-Cilincing dan Tol Sigli-Banda Aceh. Hatta menilai keberhasilan uji coba pendaratan F-16 tersebut juga menunjukkan kemampuan konstruksi jalan tol dalam mengakomodasi pesawat militer. (bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Sabtu, 24 Oktober 2026
33o
Kurs