Gogot berharap Senam Guru Indonesia juga dapat diterapkan di sekolah umum, perguruan tinggi, hingga madrasah. Dengan demikian, gerakan menjaga kebugaran dapat menjangkau lebih banyak tenaga pendidik dan lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Nurhasan Rektor Unesa menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan Senam Guru dan Senam Anak Indonesia Hebat bukan semata-mata untuk mencatatkan rekor MURI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya menyiapkan masyarakat yang sehat dan bugar, dimulai dari guru dan siswa.
Menurut Nurhasan, Unesa turut melakukan penelitian untuk memastikan gerakan senam yang diperkenalkan benar-benar memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh.
“Jangan sampai ketika senam enggak ada manfaatnya. Jadi kebugaran akan dicapai,” ujarnya.
Ia berharap kebugaran dapat meningkatkan kemampuan guru dan masyarakat dalam berkarya, beraktivitas, serta mengembangkan kreativitas. Kondisi masyarakat yang lebih sehat juga dinilai dapat membantu mengurangi beban pembiayaan kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan layanan BPJS Kesehatan.
Nurhasan menilai kebugaran sumber daya manusia menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas pada 2045. “Kita harus bugar. Tidak ada kata lain,” tegasnya. (saf/bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

