“Orang yang tekun dan rajin akan selalu mengalahkan orang pintar yang malas,” katanya.
Kedua, ia menekankan agar lulusan menjaga integritas, adab, dan empati yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, tidak cukup lulusan hanya mengandalkan kompetensi profesional, tetapi harus mengedepankan nilai moral dalam menjalankan profesi.
“Pesan ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan kecerdasan buatan AI dan disrupsi teknologi. Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hati manusia, rasa empati, dan solidaritas sosial,” ucapnya.
Ketiga, ia meminta agar lulusan tidak melupakan jasa orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
“Kesuksesan karier kalian ke depan akan sangat tergantung pada seberapa besar kalian berbakti dan menghormati orang tua,” ujarnya.
Seperti diketahui, Unusa mengukuhkan 1.038 wisudawan dalam wisuda ke-22. Dari seluruh wisudawan tersebut, 14 orang merupakan non-muslim dan 11 di antaranya meraih predikat lulus sangat memuaskan. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

