Budi Santoso Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unusa mengatakan bahwa mahasiswa angkatan pertama berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, termasuk wilayah kepulauan seperti Masalembu yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan dokter spesialis.
“Latar belakang mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kebutuhan dokter spesialis memang sangat besar. Kami berharap setelah menyelesaikan pendidikan, mereka kembali membawa kompetensi terbaik untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Budi menjelaskan, program PPDS Paru dan PPDS Obgyn di Unusa didukung rumah sakit pendidikan, dosen, serta dokter pendidik klinis berpengalaman.
Kurikulumnya juga dirancang untuk menghasilkan dokter spesialis yang unggul dalam kompetensi klinis, penelitian, dan pendidikan, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa kampus berkomitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perploncoan maupun segala bentuk kekerasan.

NOW ON AIR SSFM 100

