Jumlah penerbangan yang dibatalkan di Bandara Internasional Juanda kembali bertambah menjadi 141 penerbangan imbas aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Angka tersebut merupakan akumulasi pembatalan penerbangan pada Minggu (6/9/2026) sebanyak 75 penerbangan, dan tambahan 66 penerbangan pada Senin (7/9/2026) hingga pukul 17.30 WIB.
Muhammad Tohir General Manager Bandara Internasional Juanda mengatakan, 66 penerbangan yang mengalami pembatalan tersebut di antaranya 30 kedatangan dan 36 keberangkatan.
“Pembatalan penerbangan di Juanda merupakan dampak berantai dari penutupan sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau,” terang Tohir pada Senin (7/9/2026).
Saat ini, empat bandara masih mengalami penutupan operasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara.
Kondisi tersebut turut memengaruhi konektivitas dan rotasi penerbangan, termasuk sebagian operasional penerbangan di Bandara Juanda.
“Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi secara intensif bersama maskapai serta seluruh stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Untuk penumpang yang terdampak, Bandara Juanda memberikan Service Recovery Activation berupa makanan ringan dan minuman.
Selain itu, Bandara juga menyiagakan Personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service untuk membantu memberikan informasi dan mengarahkan pengguna jasa.
Pihaknya mengimbau penumpang untuk terus memantau status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta mengikuti informasi dan arahan petugas selama berada di area terminal.
Seperti diketahui, Bandara Internasional Juanda menjadi salah satu bandara alternatif di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bandara Juanda tetap melayani penerbangan selama 24 jam untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan dan konektivitas pengguna jasa selama kondisi tersebut berlangsung. (ris/saf/ipg)










