Pemerintah AS kini menyelidiki laporan bahwa serangannya mengenai pesta pernikahan di Iran. Vance mengaku telah mendapat pengarahan mengenai penyelidikan itu, tetapi sejauh ini belum ada informasi yang memastikan pasukan AS bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Ia juga mengaku skeptis terhadap laporan media pemerintah Iran mengenai insiden itu. Menurut Vance, jika militer AS melakukan kesalahan dalam operasi, kasus tersebut akan diselidiki dan dijadikan bahan evaluasi.
Sementara itu, Hossein Kermanpour Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran menyebut, sedikitnya 18 orang meninggal dan 142 lainnya terluka akibat serangan udara AS pada periode malam 30 Agustus hingga 2 September 2026.
Ia menyebut korban meninggal antara lain berada di Sirik, Khuzestan, Kermanshah, dan Pulau Lavan. Kermanpour juga mengatakan sedikitnya 50 orang terluka dalam serangan yang mengenai sebuah pesta pernikahan di Sirik.
Di tengah konflik yang berlangsung, Vance menegaskan Washington belum membuka pembicaraan dengan Teheran. Menurutnya, AS tidak akan kembali berunding sampai Iran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial.

NOW ON AIR SSFM 100

