Saat mengunjungi Puskesmas Kabat, Benjamin menyoroti penggunaan dashboard kesehatan Simpus Wangi yang menyajikan data kunjungan pasien secara real time.
Sistem tersebut memungkinkan petugas memantau jumlah warga yang datang ke puskesmas, baik dalam kondisi sakit maupun sehat, termasuk capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berdasarkan kelompok usia.
“Super bagus. Saya sudah keliling Indonesia. Baru di sini yang punya dashboard kesehatan real time di setiap puskesmas. Sehingga kita tahu berapa kunjungan ke Puskesmas, berapa yang sakit, dan berapa orang sehat yang datang. Dan ternyata lebih banyak orang sehat yang datang. Artinya program promotif preventifnya sudah jalan. Sangat membanggakan,” ujar Benjamin.
Menurut Benjamin, data tersebut menunjukkan bahwa puskesmas di Banyuwangi tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga menjadi pusat pencegahan dan deteksi dini penyakit. Pemanfaatan data secara real time juga membantu pemerintah memetakan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Ia menilai pendekatan Mal Orang Sehat yang dikembangkan Banyuwangi sejak 2018 sejalan dengan tujuan program CKG, yakni mendorong masyarakat memeriksakan kondisi kesehatannya sebelum mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius.
NOW ON AIR SSFM 100

