Benjamin Paulus Octavianus Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI mengapresiasi inovasi pelayanan kesehatan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dinilai berpotensi menjadi percontohan nasional.
Inovasi tersebut meliputi layanan jemput bola merawat warga melalui program Jempol Raga hingga pemantauan layanan puskesmas menggunakan dashboard kesehatan secara real time.
Apresiasi itu disampaikan Benjamin saat melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi pada 24–25 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau pelayanan di Puskesmas Kabat dan memimpin apel kesiapan program Jemput Bola Rawat Warga (Jempol Raga) di Taman Blambangan, Minggu (25/10/2026).
Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi mengatakan, apresiasi dari Kementerian Kesehatan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kita sangat bersyukur apa yang dilakukan di Banyuwangi diapresiasi oleh Wamenkes. Ini akan menjadi pemacu kita untuk terus mengembangkan layanan yang baik,” kata Ipuk, Selasa (27/10/2026).
Saat mengunjungi Puskesmas Kabat, Benjamin menyoroti penggunaan dashboard kesehatan Simpus Wangi yang menyajikan data kunjungan pasien secara real time.
Sistem tersebut memungkinkan petugas memantau jumlah warga yang datang ke puskesmas, baik dalam kondisi sakit maupun sehat, termasuk capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berdasarkan kelompok usia.
“Super bagus. Saya sudah keliling Indonesia. Baru di sini yang punya dashboard kesehatan real time di setiap puskesmas. Sehingga kita tahu berapa kunjungan ke Puskesmas, berapa yang sakit, dan berapa orang sehat yang datang. Dan ternyata lebih banyak orang sehat yang datang. Artinya program promotif preventifnya sudah jalan. Sangat membanggakan,” ujar Benjamin.
Menurut Benjamin, data tersebut menunjukkan bahwa puskesmas di Banyuwangi tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga menjadi pusat pencegahan dan deteksi dini penyakit. Pemanfaatan data secara real time juga membantu pemerintah memetakan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Ia menilai pendekatan Mal Orang Sehat yang dikembangkan Banyuwangi sejak 2018 sejalan dengan tujuan program CKG, yakni mendorong masyarakat memeriksakan kondisi kesehatannya sebelum mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius.
“Program prioritas Presiden, Cek Kesehatan Gratis, baru mulai tahun lalu. Ternyata di Banyuwangi sudah dimulai sejak 2018,” ungkapnya.
Selain layanan berbasis puskesmas, Benjamin mengapresiasi program Jempol Raga yang memungkinkan petugas kesehatan mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan. Layanan ini dinilai membantu menjangkau masyarakat yang mengalami keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.
“Saya sudah keliling ke 29 provinsi dan lebih 150 kabupaten kota se-Indonesia. Ini (layanan home care oleh puskesmas) baru pertama kali saya lihat di Banyuwangi,” katanya.
Benjamin berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer, pencegahan penyakit, dan pemerataan akses layanan kesehatan.
Ia juga mengapresiasi capaian program CKG di Banyuwangi yang disebut telah menjangkau 779.635 warga.
“Kenapa Kabupaten Banyuwangi punya CKG tinggi dan bagus? Karena sudah terbiasa menolong warga,” ujar Benjamin.
Sementara itu, Ipuk menjelaskan bahwa Pemkab Banyuwangi terus mendorong pelayanan kesehatan yang mengutamakan pencegahan sekaligus memastikan warga yang membutuhkan pengobatan mendapatkan layanan memadai.
Melalui program Mal Orang Sehat, masyarakat dapat memanfaatkan puskesmas untuk pemeriksaan rutin, konsultasi gizi, pengecekan tekanan darah dan gula darah, pengukuran berat serta tinggi badan, hingga memperoleh edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
Adapun melalui Jempol Raga, petugas puskesmas mendatangi rumah warga, terutama lansia, penyandang disabilitas, masyarakat kurang mampu, serta pasien dengan penyakit menahun atau keterbatasan mobilitas.
“Setidaknya dalam lima tahun terakhir ada 50 ribu kunjungan rutin petugas ke rumah hingga ke pelosok-pelosok, terutama bagi warga kurang mampu dan lansia,” ujar Ipuk. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

