Berdasar data dari pendengar Radio Suara Surabaya yang bergabung melalui telepon dan pesan WhatsApp, sebanyak 77 persen pendengar (61 voters) memilih ambang batas parlemen di atas 4 persen. Sedangkan 23 persen (18 voters) sisanya memilih di bawah 4 persen.
Sementara respons polling di Instagram @suarasurabayamedia, sebanyak 63 persen pengguna (56 votes) memilih ambang batas parlemen di bawah 4 persen. Sedangkan 37 persen (33 votes) sisanya memilih di atas 4 persen.
Mengenai hal itu, Dr Agus Machfud Fauzi Sosiolog Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerangkan bahwa ambang batas parlemen merupakan instrumen untuk menyederhanakan jumlah partai politik di parlemen demi menciptakan pemerintahan yang efektif dan efisien.
Secara historis, lanjut Agus, Indonesia pernah menerapkan sistem multipartai yang sangat luas pada era Orde Lama, yang kemudian disederhanakan menjadi tiga kekuatan politik pada masa Orde Baru.
“Namun, pembatasan ketat itu memicu protes karena dinilai menyumbat aspirasi kelompok kecil, hingga akhirnya memicu gerakan reformasi 1998,” katanya, saat onair di Radio Suara Surabaya.

NOW ON AIR SSFM 100

