Kamis, 15 Oktober 2026

Wawasan Polling SS: Masyarakat Sepakat Pemerintah Mengembalikan Kebijakan Tidak Naik Kelas

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi laptop pelajar. Foto: The Straits Times

“Harusnya naik kelas atau tidak itu perkara tercapainya tujuan pembelajaran, bukan perkara anak menguasai materi ajar atau tidak. Tapi pertanyaannya sekarang, apakah sekolah sudah merinci kurikulumnya, sehingga sesuai dengan latar belakang murid?” ungkapnya.

Menurut Itje, sekolah adalah tempat di mana anak menjalani proses pengembangan. Sehingga ketika ada anak yang gagal dalam proses itu, sekolah harus melakukan evaluasi.

“Jadi, kita itu melihatnya jangan di anak-anak. Anak-anak itu bukan pesakitan. Anak-anak di sekolah itu untuk dikembangkan. Bukan dinilai berdasar apakah dia menguasai pembelajaran atau tidak,” tegasnya.

Berbeda dari pendapat Itje, beberapa orang tua dan perwakilan sekolah yang ikut terlibat dalam diskusi ini, mereka menyatakan kalau kebijakan tidak naik kelas perlu dilakukan.

Karena kebijakan itu dinilai mampu menghilangkan fenomena “Rumus RMS” atau “rajin malas sama saja”. Artinya, baik siswa yang rajin belajar atau tidak, mereka tetap akan naik kelas.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Kamis, 15 Oktober 2026
33o
Kurs