Pernyataan Zelenskyy muncul beberapa hari setelah Choe Son-hui Menteri Luar Negeri Korea Utara menyelesaikan kunjungan selama empat hari ke Moskow.
Dalam kunjungan tersebut, Choe bertemu Vladimir Putin Presiden Rusia dan Sergey Lavrov Menteri Luar Negeri Rusia.
Pertemuan itu memunculkan spekulasi bahwa kedua negara tengah membahas kemungkinan kunjungan Kim Jong-un pemimpin Korea Utara ke Rusia.
Sebelumnya, Putin dan Kim Jong-un menandatangani pakta pertahanan bersama pada Juni 2024. Setelah kesepakatan itu, Korea Utara mengirim gelombang pertama pasukannya ke wilayah perbatasan Rusia pada Oktober 2024 untuk membantu operasi militer Moskow dalam perang melawan Ukraina.
Menurut klaim Ukraina, Korea Utara sejak saat itu diperkirakan telah mengirim sekitar 20.000 personel, termasuk pasukan tempur dan insinyur militer, ke wilayah Kursk. Dari jumlah tersebut, sekitar 14.000 personel diyakini masih ditempatkan di garis depan.
Hingga kini, pemerintah Rusia maupun Korea Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim terbaru yang disampaikan Zelenskyy mengenai rencana pengerahan tambahan 30.000 pasukan Korea Utara. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

