Jumat, 27 November 2020

Menpora: FIFA yang Tentukan Stadion GBT Venue Piala Dunia U-20

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Zainudin Amali Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat berkunjung ke UIN Sunan Ampel, Surabaya, Minggu (24/11/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net

Zainudin Amali Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengatakan, dia belum bisa memastikan, dari 10 stadion yang diajukan ke FIFA, mana saja yang sudah pasti dipilih menjadi venue Piala Dunia U-20 pada 2021. Demikian halnya Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

“Jadi kami belum bisa pastikan, mana yang akan digunakan, karena penentu akhir adalah FIFA. Pemerintah hanya menyiapkan sarana dan prasarana. Keputusan akhir ada di FIFA, mana yang digunakan,” ujarnya di UINSA Surabaya, Minggu (24/11/2019).

Bagaimana pun juga, kata dia, sebagai negara yang sudah ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021, Indonesia tentunya harus menyatakan kesiapan dengan sungguh-sungguh.

“Kami akan siapkan segala sarana dan prasarana baik itu untuk venue pertandingan maupun untuk tempat latihan. Mudah-mudahan akan ada tempat yg jd training camp untuk negara peserta,” katanya.

Training camp untuk peserta penting untuk disiapkan, kata dia, karena negara peserta atau tim peserta seperti informasi yang dia dapat, biasanya sudah datang paling cepat enam bulan sebelum pertandingan.

“Terutama mereka butuh penyesuaian cuaca kemudian situasi dan budaya setempat. Saya kira kita siapkan semua hal yang menjadi kebutuhan sebagai tuan rumah piala dunia u-20,” ujarnya.

Soal dana, Zainudin Amali mengatakan, pemerintah belum menyiapkan dana APBN. Namun, soal penyelenggaraan even olahraga internasional, Indonesia sudah punya pengalaman menjadi tuan rumah Asean Games.

“Bahkan itu negaranya lebih banyak, pesertanya lebih banyak. Nanti itu akan ada Kepres (keputusan presiden)-nya, kemudian ada inpres tentang penyelenggaraannya, juga tentang kepanitiaannya,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan Piala Dunia U-20 mendatang, Zainudin mengatakan, pemerintah mungkin hanya berperan sebagai pengarah. Organisator komite-nya tetap menjadi wewenang federasi, dalam hal ini Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).(den)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Surabaya
Jumat, 27 November 2020
31o
Kurs