Jumat, 3 Desember 2021

Belajar Mulai Umur 5 Tahun, Incar Emas di PON dan SEA GAMES 2021

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Yurike Nina Bonita Pereira mahasiswi Universitas Narotama Surabaya peraih medali Perak di SEA Games 2019 di Filipina. Foto: Istimewa

Pandemi Covid-19 tidak menghalangi atlet panahan yang juga mahasiswi Universitas Narotama Surabaya, Yurike Nina Bonita Pereira, untuk tetap berlatih. Hal tersebut dikarenakan Bonita sudah terbiasa untuk berlatih panahan sejak usia 5 tahun, sehingga menghilangkan kebiasaan tentu tidak mudah.

“Saya memang sudah mulai mengikuti dan mendalami olahraga panahan sejak umur 5 tahun karena melihat kakak-kakak saya berlatih. Ketika itu saya tertarik sekali waktu melihat kakak-kakak saya yang merupakan atlet panahan berlatih dengan sangat fokus dan semangat. Membuat saya ingin bergabung juga,” kata gadis kelahiran 29 Januari 2001 itu.

Sejak saat itu pun Bonita mendalami dunia panahan hingga di usia 13 tahun, Bonita sudah menyumbangkan dua medali emas bagi kontingan Jatim di PON Remaja 2014. Setelah itu secara berturut-turut Bonita mendapatkan 7 medali emas di Kejurnas PPLP 2017, 4 Emas dan 1 Perak Kejurnas Umum 2017, 1 Perunggu Asia Cup Bangkok 2018, dan yang baru saja adalah meraih medali perak di Sea Games Philippines 2019. Ia juga menjadi salah satu atlet termuda yang berpartisipasi di Asian Games 2018.

“Prestasi yang saya raih bisa dibilang sudah cukup lumayan jumlahnya. Tapi yang paling memorable adalah pada saat saya mendapatkan medali Perak di SEA Games 2019 di Filipina kemarin,” kata putri dari musisi asal Timor Leste, Toni Pereira, itu.

Mahasiswi Prodi Manajemen Universitas Narotama Surabaya itu menambahkan, salah satu yang membuat SEA Games terasa memorable adalah karena ia bisa mendapatkan banyak teman baru dari negara lain. “Dari mereka saya selalu mendapatkan perspektif baru dan selalu ada hal-hal baru yang saya pelajari. Jadi tidak hanya sekadar bersaing, tapi saya juga belajar banyak dari mereka,” ujar Bonita.

Gadis yang mengidolakan atlet panahan Sara Lopez asal Kolombia itu juga harus pintar-pintar membagi waktu antara latihan panahan dengan kegiatan perkuliahannya di Universitas Narotama. “Menurut saya sendiri, membagi waktu antara latihan dengan perkuliahan itu memang tidak mudah. Saya tetap menjalani keduanya namun pasti di waktu-waktu tertentu kita hanya bisa fokus pada satu hal sehingga terpaksa harus ada yang diprioritaskan,” katanya.

Saat ini Bonita memiliki target yang cukup besar untuk pertandingan selanjutnya, “Target saya selanjutnya adalah meraih medali emas di PON dan SEA Games 2021,” tutup Bonita.(tok/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs