Kamis, 28 Oktober 2021

Satgas Rekomendasikan PeduliLindungi dan Sistem Bubble pada Pelaksanaan PON XX Papua

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Reisa Broto Asmoro Duta Adaptasi Kebiasaan Baru. Foto: Biro Pers Setpres

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merumuskan dan merekomendasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk mencegah penularan Covid-19 dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Reisa Broto Asmoro Duta Adaptasi Kebiasaan Baru mengatakan, suksesnya event olahraga nasional di Papua sangat berarti buat bangsa Indonesia di tengah Pandemi Covid-19.

Dalam buku rekomendasi setebal 48 halaman, Satgas Penanganan Covid-19 menjelaskan manfaat PeduliLindungi buat para atlet, pelatih, ofisial, panitia penyelenggara PON XX, serta awak media yang meliput.

Dokter Reisa bilang, aplikasi PeduliLindungi dipakai untuk menyeleksi orang yang berangkat menuju Papua, pada waktu tiba di Papua, keluar masuk venue, serta untuk menyimpan hasil tes Covid-19 perjalanan pergi dan pulangnya atlet ke lokasi asal.

“Satgas Penanganan Covid-19 juga memperkenalkan sistem bubble atau pembatasan lokasi berkaitan, yang diterapkan untuk mengurangi risiko penularan infeksi Virus Corona,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Dengan sistem itu, peserta tidak boleh melakukan kegiatan di luar rencana aktivitas yang sudah ditentukan.

Sistem bubble juga untuk menjaga setiap peserta tidak melakukan kontak langsung dengan orang di luar wilayah pemberlakuan sistem.

Semua perjalanan yang menggunakan sarana transportasi di dalam wilayah bubble sudah disiapkan penyelenggara.

Lebih lanjut, Reisa menjelaskan, dalam proses penyusunan buku rekomendasi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dalam penyelenggaraan PON XX Papua, pihaknya berkolaborasi dengan para dokter kesehatan olahraga, akademisi, perwakilan kementerian, dan lembaga terkait.

“Kesuksesan PON XX Papua akan menjadi bukti kepada dunia kalau Indonesia sanggup mengendalikan Covid-19. Sehingga, Indonesia layak menjadi tuan rumah acara berskala internasional,” tegasnya.

Rencananya, balap motor World Superbike 2021 akan berlangsung di Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat, dan kemungkinan Grand Prix Moto GP 2022 pada Maret tahun depan.

Selain itu, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah pertemuan Group 20 yang terdiri dari 19 negara perekonomian besar dunia plus Uni Eropa tahun depan, kemudian menjadi Ketua ASEAN pada 2023.(rid/dfn/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Kamis, 28 Oktober 2021
27o
Kurs