Kamis, 8 Desember 2022

Persebaya: Tragedi Kanjuruhan Pengingat Federasi untuk Benahi SOP

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Nanang Prianto Direktur Media Persebaya. Foto: Meilita suarasurabaya.net

Manajemen Persebaya Surabaya turut berduka atas meninggalnya seluruh korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Peristiwa itu disebut jadi pengingat federasi untuk membenahi Standard Operating Procedure (SOP) penyelenggaraan pertandingan.

Itu diungkap Nanang Priyanto Direktur Media Persebaya usai doa bersama duka cita yang digelar terbuka oleh ribuan Bonek di depan Monumen Tugu Pahlawan Senin (3/10/2022) malam.

Menurutnya, selama ini semua klub yang menyelenggarakan pertandingan di kandang masing-masing, menjalankan aturan berbeda-beda. Nanang menyayangkan SOP yang tidak dilakukan seragam bisa menyumbang potensi kericuhan.

“Yang perlu saya tekankan, selama ini SOP penyelenggaraan pertandingan ini kan nggak benar-benar clear. Semuanya macam-macam. Seperti di Surabaya itu kan yang masuk ke ring 3 stadion harus bergelang macam-macam. Nah, ini memang sangat bisa meminimalisir insiden seperti kemarin. Tetapi kan tahu, SOP itu nggak semua tim melakukan juga, seperti yang terjadi di Bandung waktu Piala Presiden ada korban meninggal, terus kemudian mereka masuk Liga pakai sistem baru mungkin jauh lebih baik,” jelas Nanang.

Nanang menilai, selama ini setiap klub hanya menjalankan aturan sesuai ide dan kreativitasnya masing-masing.

“Tetapi kan ini sifatnya lebih ke kreativitas, ide masing-masing tim. Tetapi nggak ada aturan atau sistem yang baku. Semoga tragedi yang menyedihkan ini menjadikan sepak bola Indonesia lebih baik lagi,” tambahnya.

Berkaca pada kacaunya sistem, ia berharap usai tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang itu bisa menjadi pengingat bagi federasi untuk membenahi SOP pertandingan yang jelas bagi semua klub.

“Ada aturan jelas, SOP pertandingan seperti apa. Ini (tragedi kanjuruhan) semoga jadi catatan bapak-bapak yang ada di federasi, semoga ada SOP yang lebih bagus, termasuk dulu kan pak pres, (protes) kick off kemalaman, terus teman-teman ikut menyuarakan seperti itu dan akhirnya Persebaya mainnya sore semua dan ini meminimalisir resiko (ricuh),” jelas Nanang.

Meski ia tak memungkiri, Bonek, suporter Persebaya juga melakukan invasi ke lapangan sebagai ungkapan kecewa atas kekalahan Persebaya Surabaya menjamu RANS Nusantara FC.

“Kalau di Surabaya ada peristiwa seperti ini, 2017 pernah, 2019 pernah. Tetapi kan situasi masih bisa dikendalikan, nggak sampai ada korban jiwa. Termasuk di Sidoarjo kemarin nggak ada korban jiwa. Di Sidoarjo kemarin kan mungkin nggak ada korban jiwa, karena sore. Suporternya belum capek. Termasuk aparat keamanannya belum terlalu capek juga kalau jam 6 (malam),” tuturnya lagi. (lta/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 8 Desember 2022
27o
Kurs