Minggu, 25 September 2022

Tiga Pelatih Tim Tamu Kualifikasi AFC Sebut Stadion GBT Layak Jadi Venue Piala Dunia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Pemain Timnas Indonesia melakukan selebrasi di depan tribun penonton usai memastikan lolos ke putaran final Piala Asia U-20 setelah mengalahkan Vietnam 3-2 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (18/09/22) malam. Foto: Antara

Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dinilai siap menjadi venue penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2023, setelah dianggap sukses menggelar pertandingan Kualifikasi Piala Asia (AFC) U-20 Grup F, pada 14 sampai 18 September 2022. Hal tersebut disampaikan oleh tiga pelatih dari tim negara tamu Kualifikasi AFC U-20.

“GBT adalah salah satu stadion terbaik di dunia yang pernah saya lihat. Akses transportasinya menuju ke stadion dan segala infrastrukturnya tertata dengan sangat baik,” kata Gopal Krishnan Pelatih Timor Leste U-20 saat dikonfirmasi Antara di Surabaya, Minggu (18/9/2022) malam.

Senada demgam Gopal, Cheung Kin Fung Pelatih Hong Kong U-20 menyebut Stadion GBT memiliki fasilitas yang sangat baik. “Pemain kami juga sangat senang karena bermain di dalam stadion yang banyak dihadiri penonton. Tokoh atau pendukung olahraga yang hadir menonton pertandingan di stadion ini juga banyak,” ujarnya.

Sebagai informasi, Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 tahun 2023 dihuni Indonesia, Timor Leste, Hong Kong dan Vietnam.

Sebelum turnamen berlangsung, media Vietnam sempat ramai memberitakan lokasi stadion GBT yang bersebelahan dengan tempat pembuangan akhir (TPA), akan mengganggu jalannya pertandingan karena bau sampah dari TPA tersebut.

Nyatanya, selama melangsungkan pertandingan di GBT, Din The Nam Pelatih Vietnam U-20 menyatakan tidak ada masalah dengan bau sampah.

“Saya menghormati federasi sepak bola Indonesia dan AFC yang memilih tempat pertandingan di Stadion GBT. Selama pertandingan berlangsung, kami tidak ada masalah dengan bau sampah,” katanya.

Salah satu yang disukai oleh tim dari negara tamu saat bertanding melawan Indonesia di Stadion GBT adalah penontonnya yang membludak.

Din The Nam mengungkapkan, penonton dari wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya yang datang memenuhi Stadion GBT tidak semata suporter fanatik tim Indonesia, melainkan adalah penonton yang menyaksikan pertandingan sepak bola sebagai hiburan.

Meski timnya kalah dari Indonesia dengan skor 2-3 dalam laga terakhir Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 tadi malam, Din The Nam mengaku senang karena telah menyuguhkan permainan sepak bola yang menghibur kepada penonton di GBT. (ant/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Minggu, 25 September 2022
31o
Kurs