Jumat, 19 April 2024

ESI Kota Surabaya Gelar Campus Cup Mobile Legends Pertama untuk Jaring Atlet Muda

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Panitia Campus Cup Surabaya Mobile Legends Series mengecek kesiapan peserta sebelum bertanding Sabtu (9/12/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

E-Sports Indonesia (ESI) Kota Surabaya menggelar Campus Cup Surabaya Mobile Legends series Sabtu (9/12/2023) hingga Minggu (10/12/2023).

Moch Soleh Ketua Kompetisi Atlet dan Prestasi ESI Kota Surabaya menyebut, lomba e-sports di Surabaya dan Jawa Timur yang memakai standar ESI, baru kali ini dilakukan.

“Acara hari ini program ESI Kota Surabaya. ESI adalah pengurus e-sports untuk olahraga elektronik. Campus Cup pertama kali di Jatim yang pakai standar ESI. Standar ini dipakai untuk dapat prestasi ke jenjang berikutnya, ke Pekan Olahraga tingkay Provinsi (Porprov) Jatim hingga nasional,” terangnya ditemui suarasurabaya.net di WTC Mall, tempat Campus Cup Surabaya digelar, Sabtu (9/12/2023).

Dari 14 kampus yang bergabung, ia menyebut total ada 32 tim yang akan bertanding dan kemudian dieleminasi menjadi 16 hingga delapan besar, serta ujungnya memperebutkan juara pertama hingga peringkat empat.

“Tingkatan kesulitan permainan kemungkinan dari tim-tim perwakilan kampus yang masih baru community-nya sedangkan dari kampus lain sudah berdiri dua sampai lima tahun UKM e-sports-nya,” tutur Sohel sapaan akrabnya.

Puluhan tim dari berbagai kampus Surabaya ikut Campus Cup Surabaya yang digelar E-Sports Indonesia Kota Surabaya, Sabtu (9/12/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Antusiasme ini, lanjutnya, memperkuat bahwa e-sports juga bisa mengantar seseorang meraih prestasi. Terbukti ESI Kota Surabaya berhasil meraih juara umum Porprov Jatim tahun ini.

“ESI Kota Surabaya juara umum porprov dapat dua emas, satu perak. ESI Kota Surabaya untuk membina dan membangun bibit baru di Kota Surabaya, (yang nantinya) mewakili Surabaya,” terangnya lagi.

Ia berharap semua tim dalam Campus Cup bermain sportif sesuai aturan, tanpa melakukan pelanggaran.

“Pemain harus ikut aturan yang ada. Salah satunya (pelanggaran) pemakaian doping, cheat, aplikasi tambahan di luar aplikasi game, match fixing kerja sama tim lawan, berkata kasar atau toxic berbicara SARA, rasis, dan kotor lainnya,” tandasnya. (lta/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Jumat, 19 April 2024
33o
Kurs