Minggu, 3 Maret 2024

Luka Modric dan Dejan Lovren Diduga Didakwa Atas Kesaksian Palsu

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Luka Modric Kapten timnas Kroasia melakukan selebrasi usai pertandingan terakhir Grup F Piala Dunia 2022 melawan Belgia di Ahmad Bin Ali Stadium, Al-Rayyan, Doha pada Kamis (1/12/2022). Foto: AFP

Luka Modric dan Dejan Lovren diduga dikenai dakwaan oleh jaksa Kroasia pada Kamis (29/6/2023) setempat, karena pernah memberikan keterangan palsu pada kasus persidangan terkait korupsi sepak bola.

Dalam laporan Antara mengutip AFP, pada 2017 kedua pemain tersebut menjadi saksi pada persidangan Zdravko Mamic mantan petinggi Dinamo Zagreb. Mereka saat itu dimintai kesaksian mengenai detail transfer keduanya dari klub juara Liga Kroasia tersebut.

Saat itu Modric menjelaskan detail transfernya dari Dinamo ke Tottenham Hotspur yang terjadi pada 2008, sebelum bergabung dengan Real Madrid pada 2012.

Sedangkan Lovren memaparkan detail transfernya yang terjadi pada 2010, dari Dinamo ke klub Prancis Lyon.

Kedua pemain didakwa memberi kesaksian palsu pada 2018, namun dakwaan itu kemudian dicabut karena kurangnya bukti. Bagi Modric dakwaan itu dicabut pada 2018, dan Lovren baru mendapat hal serupa pada 2019.

Kemudian pada Kamis (29/6/2023) kemarin, jaksa dari Kota Osijek menuntut dua orang pemain sepak bola dengan hanya menyebut tahun kelahiran mereka, karena memberikan kesaksian palsu. Media lokal selanjutnya mengidentifikasi mereka sebagai Modric dan Lovren.

“Modric didakwa karena memberikan kesaksian palsu pada 2017 oleh Pengadilan Osijek,” demikian pernyataan jaksa, sambil menyebut tanggal ketika sang bintang Real itu memberi kesaksian pada persidangan Mamic.

Sedangkan untuk Dejan Lovren, yang bersangkutan didakwa pada 1 September 2017 silam.

Sebagai informasi, di Kroasia, hukuman maksimal untuk kesaksian palsu adalah lima tahun masa tahanan.

Sedangkan Mamic dan tiga orang lainnya yang dinyatakan bersalah atas penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi, dan merugikan Dinamo lebih dari 15 juta euro dan negara sebesar 1,5 juta euro.

Menurut dakwaan tersebut, mereka menggelapkan uang melalui kesepakatan fiktif saat melakukan transfer-transfer pemain.

Mamic yang disebut-sebut sebagai salah satu gembong penjahat di sepak bola negara Balkan tersebut, saat ini bersembunyi di Bosnia. Ia didakwa masa tahanan selama enam setengah tahun.

Adapun Modric didakwa hanya beberapa hari setelah Real memastikan ia bertahan di klub itu untuk semusim lagi, setelah memperpanjang kontraknya sampai Juni 2024.

Modric juga tampil prima pada Piala Dunia 2018, untuk membawa Kroasia melaju sampai final sebelum akhirnya dikalahkan Prancis. (ant/fra/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
28o
Kurs