Piala Dunia 2026 tinggal menyisakan empat tim yang masih bersaing memperebutkan trofi juara. Sementara itu, 44 negara peserta lainnya harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal dengan berbagai cerita kegagalan.
Beberapa negara seperti Yordania dan Uzbekistan tetap dapat berbangga karena berhasil mencatat sejarah tampil di putaran final. Namun bagi sejumlah tim unggulan dan pemain bintang, hasil di turnamen kali ini jauh dari harapan.
Dilansir dari laman Yahoo Sports, berikut sejumlah tim yang dinilai mengalami kekecewaan terbesar sepanjang Piala Dunia 2026:
1. Jerman
Jerman berhasil lolos dari fase grup, tetapi langkah mereka langsung terhenti di babak 32 besar setelah kalah adu penalti dari Paraguay.
Kekalahan itu menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Der Panzer kalah dalam adu penalti di Piala Dunia.
Hasil tersebut juga memperpanjang paceklik kemenangan Jerman di fase gugur sejak menjuarai Piala Dunia 2014.
Federasi Sepak Bola Jerman kemudian melakukan perubahan besar dengan memberhentikan Julian Nagelsmann dan menunjuk Jürgen Klopp mantan pelatih Liverpool sebagai penggantinya.
Klopp kini memikul tugas membangun kembali tim nasional Jerman agar mampu kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
2. Brasil
Brasil kembali gagal memenuhi ekspektasi setelah disingkirkan Norwegia pada babak 32 besar.
Meski telah ditangani Carlo Ancelotti, Tim Samba masih kesulitan mengatasi lemahnya lini tengah. Cedera Rodrygo dan Éder Militão memang mengurangi kekuatan skuad, tetapi persoalan utama tetap berada pada keseimbangan permainan di sektor gelandang.
Casemiro dinilai terlalu terbebani sepanjang turnamen, sehingga Brasil gagal mengendalikan permainan saat menghadapi lawan-lawan kuat.
Ancelotti yang masih terikat kontrak hingga Piala Dunia 2030 diperkirakan akan melakukan regenerasi besar mengingat era Neymar telah berakhir.
Selain itu, sejumlah pemain senior seperti Marquinhos, Casemiro, serta Alisson diprediksi tak lagi menjadi bagian skuad pada edisi berikutnya.
3. Amerika Serikat
Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat menargetkan minimal mencapai perempat final.
Namun langkah mereka harus terhenti pada babak 32 besar setelah dikalahkan Belgia.
Kekalahan tersebut semakin menjadi sorotan karena diwarnai polemik terkait dorongan Donald Trump Presiden AS agar Folarin Balogun kembali dimainkan.
Kontroversi itu memicu perdebatan mengenai dugaan campur tangan politik terhadap keputusan teknis sepak bola.
Pada akhirnya, kekalahan telak dari Belgia membuat perjalanan tim berjuluk USMNT berakhir jauh lebih cepat dari target.
4. Korea Selatan
Korea Selatan mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Ceko. Namun dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat mereka gagal lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Hasil buruk tersebut memicu gejolak besar di dalam negeri.
Hong Myung-bo langsung mengundurkan diri dari kursi pelatih setelah pertandingan terakhir.
Lee Jae Myung Presiden Korea Selatan bahkan meminta dilakukan investigasi, sementara kelompok suporter resmi tim nasional melontarkan kritik keras kepada sang pelatih.
5. Uruguay
Juara dunia edisi perdana itu kembali gagal berbicara banyak. Uruguay tersingkir pada fase grup untuk kedua kalinya secara beruntun setelah hanya bermain imbang melawan Arab Saudi dan Tanjung Verde sebelum kalah dari Spanyol.
Kesalahan Fernando Muslera sang penjaga gawang yang gagal mengantisipasi tembakan Álex Baena, menjadi momen penentu kekalahan Uruguay.
Sejak mencapai semifinal Piala Dunia 2010, Uruguay hanya sekali memenangi pertandingan fase gugur dan semakin jauh dari status sebagai kekuatan utama sepak bola dunia.
6. Australia
Australia juga harus pulang dengan penyesalan setelah kalah dari Mesir melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Tony Popovic sang nakhoda mengambil keputusan mengganti Patrick Beach kiper utama dengan Mathew Ryan khusus untuk adu penalti.
Namun strategi tersebut tidak berjalan sesuai rencana karena Ryan gagal menggagalkan satu pun tendangan pemain Mesir.
Di sisi lain, Henry Souttar dan Lucas Herrington dua bek tengah Australia, justru gagal mengeksekusi penalti sehingga Mesir memastikan kemenangan lebih cepat.
7. Senegal
Benua Afrika mencatat sejarah dengan mengirim delapan wakil ke fase gugur. Namun hanya Maroko dan Mesir yang mampu melangkah ke babak 16 besar.
Senegal menjadi salah satu tim yang paling menyesal setelah gagal mempertahankan keunggulan 2-0 atas Belgia hingga menit ke-85.
Belgia mampu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya menang 3-2 melalui babak tambahan waktu. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

