De Red FC melengkapi komposisi pemain asing menjadi tiga orang sebagai persiapan menghadapi Championship 2026/2027. Satu pemain asing asal Brasil berposisi gelandang serang atau nomor 10 segera bergabung dengan tim asuhan Aji Santoso.
Aji Santoso mengatakan, kesepakatan dengan pemain tersebut baru saja tercapai. Sang pemain bahkan telah menandatangani dokumen kepindahan dan kini tinggal menunggu jadwal keberangkatannya ke Indonesia.
“Pemain asingnya tiga. Tadi pagi sekitar pukul 09.00 dia sudah tanda tangan over letter, tinggal kedatangannya saja,” kata Aji.
Pemain asal Brasil tersebut bukan nama yang sepenuhnya baru bagi sepak bola Indonesia. Aji sengaja memilih pemain yang memiliki pengalaman bermain di Indonesia agar proses adaptasi dapat berlangsung lebih cepat, mengingat persiapan tim menuju kompetisi cukup singkat.
“Karena waktunya agak mepet, kami mencari pemain yang pertama tentunya kualitas, yang kedua dia pernah main di Indonesia,” ujarnya.
Meski demikian, pemain tersebut dipastikan belum dapat memperkuat de Red FC pada pertandingan pertama. Aji memperkirakan sang gelandang sudah bisa dimainkan mulai laga kedua atau paling lambat pertandingan ketiga.
“Mungkin match kedua atau match ketiga maksimal sudah bisa main, insyaallah,” tutur Aji.
Menghadapi musim 2026/2027, de Red FC tidak hanya akan tampil di Championship, tetapi juga Piala Liga. Padatnya agenda kompetisi membuat Aji menyiapkan skuad dengan jumlah pemain yang cukup besar untuk memungkinkan rotasi sepanjang musim.
Total komposisi tim diproyeksikan mencapai sekitar 35 pemain dengan mayoritas merupakan pemain muda.
“Mayoritas pemain muda yang nanti pasti akan kita rotasi. Pasti akan kita rotasi. Tetapi, memang nanti kita lihat perjalanannya seperti apa,” ucapnya.
Aji mengakui membangun tim baru di Surabaya bukan pekerjaan mudah. De Red FC baru memulai kiprahnya di kota tersebut sehingga membutuhkan proses untuk membangun tim sekaligus mendapatkan tempat di tengah ekosistem sepak bola Surabaya.
Namun, tantangan itu justru menjadi alasan Aji tertarik menangani de Red FC.
“Tim ini kan masih tim baru. Tim baru, pertama kali juga ada di Surabaya. Ini tugas menurut saya tidak mudah, tetapi saya suka dengan tantangan ini,” katanya.
“Kalau hidup enggak ada tantangan itu tidak ada adrenalinnya, enggak enak,” imbuh Aji.
Selain mengejar prestasi, Aji ingin keberadaan de Red FC memberikan ruang lebih besar bagi pemain muda Surabaya. Ia melihat masih ada talenta lokal yang memiliki kemampuan, tetapi belum mendapatkan klub atau wadah untuk mengembangkan kariernya.
Kesempatan tersebut akan semakin terbuka karena de Red FC bermarkas di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari.
Lokasinya yang berada di kawasan pusat Kota Surabaya dinilai dapat memudahkan masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.
Aji berharap pertandingan de Red FC dapat menjadi alternatif hiburan bagi pencinta sepak bola di Surabaya.
“Kalau penonton atau pecinta sepak bola yang rumahnya dekat-dekat di sana, kan enak tinggal jalan kaki. Itu yang maksud saya menjadi alternatif. Mudah-mudahan alternatif ini bisa menghibur mereka,” tuturnya.
Bagi Aji, ukuran keberhasilan sebuah tim tidak hanya terletak pada pencapaian kompetitif. Ia ingin de Red FC memiliki dua tujuan, yakni meraih prestasi sekaligus memberikan hiburan kepada penonton.
“Yang pertama bagaimana tim ini bisa berprestasi, yang kedua saya ingin menghibur penonton yang ada di lapangan,” ujarnya.
Aji juga melihat kehadiran de Red FC sebagai peluang untuk ikut menghidupkan kembali ekosistem sepak bola di Surabaya. Menurutnya, kota ini pernah memiliki sejumlah klub selain Persebaya, tetapi sebagian di antaranya kini tidak lagi eksis.
Karena itu, de Red FC diharapkan dapat menjadi salah satu wadah baru bagi pesepak bola muda Surabaya yang sedang mencari kesempatan.
“Saya sangat atensi kepada pemain-pemain muda, anak-anak Surabaya yang punya bakat tetapi belum memiliki wadah,” kata Aji.
Pintu bagi pemain lokal pun terbuka selama mereka memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan tim. Aji menyatakan siap memberikan kesempatan kepada pemain yang dinilai memiliki kemampuan sekaligus prospek untuk berkembang.
“Kalau memang dia berkualitas dan menurut pengamatan saya dia bisa berkembang ke depannya, pasti akan saya beri kesempatan. Saya akan membuka selebar-lebarnya buat talenta-talenta Surabaya yang belum mendapatkan tempat,” pungkasnya. (saf/iss)









